Peresmian Kantor JMSI Kepri, Ini Makna Tanjak yang Disematkan Pada Ketua KPK dan Ketua Umum JMSI

Avatar photo

AriraNews.com, BATAM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri meresmikan Kantor Sekretariat JMSI Kepri yang beralamat di Kawasan King Business Centre (KBC) Blok A5 No.18/19, Batam Center pada Sabtu (19/3/2022).

Saat tiba di lokasi Ketua KPK RI yang didampingi Ketua Umum JMSI disambut dengan silat persembahan khas Melayu dan disematkan tanjak. Oleh pembina JMSI Kepri, Yan Fitri Halimansyah.

Tanjak pertama disematkan oleh pembina JMSI Kepri kepada Ketua KPK RI Firli Bahuri.

BACA JUGA:  Wyndham Panbil Batam & Panbil Residence Kini Lebarkan Sayap ke Kuala Lumpur

Tanjak yang dikenakan ialah Tanjak Tebing  Runtuh. Tanjak Tebing Runtuh pernah dipakai oleh Yang Maha Mulia Al Marhum Sultan Iskandar Shah – Negeri Perak dan Almarhum Sultan Basyaruddin Syaiful Alamsyah Sultan Serdang IV dan raja-raja Melayu era Kesultanan Riau Lingga. Dikatakan Tebing Runtuh sewaktu majelis peanugrahan, para raja mematahkan ornamen pucuk tebing pada tanjak sebagai simbol tawadhu’ dan rendah hati.

Pembina JMSI Kepri, Yan Fitri Halimansyah menyambut kedatangan Ketua JMSI, Teguh Santosa. Sedangkan foto atas saat Yan Fitri memasangkan tanjak pada Ketua KPK, Firli Bahuri.

Sedangkan tanjak yang disematkan pada Ketua JMSI, Teguh Santosa adalah Tanjak
Nakhoda Trong. Tanjak ini berasal dari sejarah keberanian Orang Trong, yakni nama suku orang laut, yang tinggal di daerah pesisir pantai. Perkampungan mereka pernah terwujud di sekitar Kuala Trong di Negeri Perak dan Pulau Terung di Kepulauan Riau. Nahkoda Trong dikenal sebagai orang-orang yang setia membantu menjaga keamanan laut dengan sikap-sikap kepahlawanan yang menyentuh hati.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Tangkap RS Pelaku Ujaran Kebencian di Batam, Terancam Tiga Tahun Penjara

Kemudian Ketua KPK dan Ketua Umum JMSI disambut langsung oleh pembina JMSI, Sekda Kepri, Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Ketua JMSI Kepri, Eddy Supriatna mengatakan bahwa pemberian tanjak dan tari silat persembahan itu ada bentuk penghargaan pada tamu dan pelestarian budaya Melayu.

“Kita di Tanah Melayu, kita ingin menunjukkan kebudayaan Melayu,” kata Eddy.

BACA JUGA:  Prediksi Piala AFF U-19, 2026 Indonesia vs Timor Leste

Eddy mengharap dengan filosofi dan semangat tanjak kepada kedua tokoh tersebut  diharapkan bisa menjadi semangat tersendiri.

“Mudah-mudahan tanjak yang disematkan itu bisa memberikan energi positif bagi tugas kedua tokoh tersebut,” ujarnya.(***)