Ariranews.com, Natuna – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna memilih melakukan pemadaman listrik secara terencana sebagai langkah pencegahan untuk menghindari gangguan yang lebih besar dan tidak terduga. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.
Menurut PLN, penghentian sementara pasokan listrik yang dilakukan di sejumlah wilayah merupakan bagian dari pemeliharaan preventif yang harus dilaksanakan agar jaringan tetap beroperasi secara aman dan andal dalam jangka panjang.
Kepala PLN ULP Natuna, Rafki Chandra, menjelaskan bahwa pemeliharaan jaringan listrik merupakan pekerjaan rutin yang bertujuan mencegah terjadinya gangguan yang dapat mengakibatkan pemadaman lebih luas.
“Pemeliharaan jaringan, penggantian peralatan yang mengalami penurunan kondisi, pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan, serta inspeksi rutin merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih besar dan tidak terencana,” ujar Rafki Chandra saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (1/6/2026).
Ia mengatakan, PLN terus meningkatkan efektivitas pekerjaan pemeliharaan melalui inspeksi berkala, pemanfaatan teknologi monitoring peralatan, serta perencanaan pekerjaan yang lebih terintegrasi.
Langkah tersebut dilakukan agar durasi maupun cakupan penghentian sementara pasokan listrik dapat diminimalkan, sehingga masyarakat memperoleh layanan kelistrikan yang semakin andal dan berkelanjutan.
Selain pemeliharaan rutin, PLN juga menjalankan berbagai program jangka panjang untuk memperkuat sistem kelistrikan di Natuna. Program tersebut meliputi peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi pembangkit, penguatan sistem distribusi, hingga pengembangan infrastruktur kelistrikan sesuai kebutuhan pertumbuhan beban dan kondisi sistem setempat.
“Selain itu, kami secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap kondisi aset dan kebutuhan investasi agar sistem kelistrikan Natuna semakin kuat, andal, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Rafki menjelaskan, pemadaman terencana yang dilakukan kali ini berkaitan dengan pekerjaan penebangan pohon yang telah lapuk dan berpotensi membahayakan jaringan listrik.
Menurutnya, dahan pohon tersebut telah beberapa kali menimpa jaringan PLN. Kondisi itu dinilai berisiko tinggi karena posisi pohon berada di antara dua jalur jaringan listrik di sisi kiri dan kanan lokasi.
“Dahan pohon tersebut sudah beberapa kali menimpa jaringan PLN. Karena posisi pohon berada di antara dua jalur jaringan listrik di sisi kiri dan kanan, maka untuk mengantisipasi risiko yang lebih fatal, kami terpaksa melakukan penghentian sementara pasokan listrik dan menurunkan jaringan selama proses pekerjaan berlangsung,” jelasnya.
Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Rafki menegaskan pihaknya memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan penting yang menunjang aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa pekerjaan pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sistem kelistrikan, serta merespons setiap gangguan dengan cepat dan profesional. Dukungan dan pengertian masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya bersama mewujudkan layanan kelistrikan yang semakin andal bagi Kabupaten Natuna,” tutupnya.
PLN mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi terkait jadwal pemadaman melalui kanal komunikasi PLN serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan jaringan listrik di lingkungan sekitar guna mendukung terciptanya sistem kelistrikan yang aman dan andal.
(Dod)









