Kapal Pengangkut Puluhan TKI Ilegal ke Malaysia Tenggelam di Perairan Batam

Ilustrasi, kapal tenggelam/Int.

AriraNews.com, BATAM – Penyelundupan tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal dari Batam rupanya tetap berlangsung. Bahkan kembali memakan korban.

Publik tentu masih ingat dengan kejadian tenggelamnya kapal cepat yang mengangkut puluhan TKI ilegal di perairan Johor Bahru, Malaysia, pada 15 Desember 2021 lalu. Dalam peristiwa tersebut 21 orang dinyatakan tewas dan diperkirakan 30 orang lainnya dinyatakan hilang. Serta 13 orang ditahan Otoritas Malaysia. 

BACA JUGA:   BUBU Hang Nadim Batam Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 untuk Stakeholders di Lingkungan Bandara

Kasus itu pun sempat menjadi perhatian pemerintah pusat, hingga membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Sejumlah orang pun ditetapkan sebagai tersangka.

Meski demikian, sindikat penyelundup TKI ilegal ini tetap berjalan. Usai peristiwa tersebut, jajaran Polsek Nongsa menggagalkan upaya penyelundupan TKI ilegal ke Malaysia. Rencananya empat orang TKI akan diselundupkan ke Malaysia dengan cara berpura-pura sebagai nelayan.

BACA JUGA:   LEGOLAND Malaysia Resort Umumkan Agenda 2022, Ada Promo Eksklusif Bagi Wisatawan Asal Indonesia

Yang terbaru, kapal boat pengangkut TKI ilegal dikabarkan tenggelam di perairan Nongsa, Batam, Kamis (16/6/2022) malam.

Informasi yang dihimpun, kapal cepat tersebut dikabarkan membawa puluhan orang TKI ilegal yang akan diselundupkan ke Malaysia.

“Kabarnya, ada 24 orang laki-laki TKI ilegal tenggelam dan berhasil diselamatkan. Saat ini mereka dibawa ke Lanal Batam ,” ungkap narasumber,  Jumat (17/6/2022).

BACA JUGA:   Polda Kepri Amankan Dua Orang Tersangka Penampung TKI Ilegal yang Tenggelam di Malaysia

Saat dikonfirmasi awak media, Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol Dwi Ramadhanto membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya benar, saat ini mereka (PMI) ditangani langsung oleh temen-temen di Lanal Batam,” ungkap Dwi Ramadhanto.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lanal Batam belum memberikan keterangan resmi peristiwa tersebut.(emr)