banner 728x90

Harun Yahya Dihukum 1000 Tahun Penjara

Ariranews.com: Pengadilan Turki menghukum Harun Yahya alias Adnan Oktar 1.000 tahun penjara. Dia dituduh melakukan kejahatan seks terhadap perempuan yang menjadi pengikutnya atau ‘kittens.’

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (12/1), pengadilan itu digelar pada Senin (11/1). Laporan dari tv swasta, Harun Yahya dijatuhi hukuman 1.075 tahun karena kejahatan termasuk kekerasan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Harun Yahyua, Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

Kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Harun Yahya juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pengkhotbah Muslim yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Namun, dia membantah kaitannya dengan Gulen dan menyebut bahwa dia memimpin sekte seks sebagai “mitos urban”.

BACA JUGA:   Pastikan Pilkades Serentak Berjalan Lancar, Bupati dan Wakil Bupati Natuna Tinjau Proses Pemilihan Di Sejumlah Desa

Kasus ini muncul pada tahun 2018. Diketahui Oktar memiliki banyak pengikut wanita yang dipanggilnya ‘kittens’. Para ‘kittens’ itu kerap berpakaian seksi dan berdandan menor saat mendampingi Oktar dalam acara televisinya.

Puluhan orang melaporkan penulis terkenal asal Turki, Adnan Oktar alias Harun Yahya atas tuduhan kejahatan seksual.

Seperti dilaporkan media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Rabu (18/7/2018), total ada 45 orang yang telah melapor ke polisi. Mereka mengaku telah dicabuli dan diperkosa Oktar dan kelompoknya.

Dari jumlah itu, sekitar 17 orang di antaranya masih anak-anak. Sedangkan 15 orang lainnya mengaku dicabuli ketika masih berusia 11-17 tahun.

Sebelum terjerat kasus hukum, Harun Yahya dikenal sebagai pendakwah dan penulis buku best-seller bertema Islam.

Dilansir BBC, Selasa (12/11/2021) Oktar menerbitkan sejumlah buku dengan nama pena Harun Yahya dan beberapa bukunya mengklaim ia telah membongkar ‘kerja sama rahasia’ yang dilakukan oleh pemerintahan bayangan Inggris di Turki dan di kawasan.

BACA JUGA:   Masuki September 2022, Ascott Indonesia Tambah Portofolio di Enam Kota

Dia juga dikenal aktif mengkampanyekan gerakan anti-Semitisme. Dia menolak Holocaust.

Selain itu, ia percaya bahwa semua yang ada di alam semesta ini diciptakan Tuhan dan menentang keras teori evolusi Charles Darwin. Semuanya dia tuangkan dalam buku dan video-video interaktifnya.

Dalam wawancara dengan wartawan BBC Andrew Marr pada 2010, Oktar mengatakan bahwa teori Darwin adalah sumber inspirasi utama para teroris era modern.

“Hitler, Mussolini, Stalin dan banyak teroris terkenal lainnya dengan jelas mengatakan bahwa pemikiran mereka dipengaruhi oleh Darwin… tanpa Darwin tidak akan ada terorisme,” tegas Oktar.

Dia menegaskan Hitler bisa berkuasa atas peran yang ia sebut sebagai ‘elemen negara Inggris’.

Ini adalah teori konspirasi yang mengklaim bahwa terdapat kelompok yang sangat kuat yang punya hubungan dengan pemerintah dan militer yang punya kapasitas memanipulasi dan mengontrol kebijakan pemerintah.

BACA JUGA:   Serunya Smash Indonesia 2022, Big Match Firli Bahuri Vs Pembina JMSI Yan Fitri

Setelah serangan teroris pada 11 September di Amerika Serikat, Harun Yahya mulai menunjukkan dirinya sebagai pegiat lintas agama, seseorang yang mendukung dialog antaragama dan membantu perang terhadap terorisme internasional.(emr)

sumber: detik.com
foto: detik.com