banner 728x90

Tagihan Air Melonjak, Bayarnya Boleh Nyicil

Ariranews.com, Batam: Beberapa warga Batam kaget dengan lonjakan pembayaran air bersih. Sedangkan mereka merasa memakai air biasa-biasa saja.

Direktur PT Moya Indonesia Sutedi Rahardjo mengungkap, sedikitnya ada sekitar 303 pelanggan yang mengalami lonjakan pemakaian air.

Sutedi menyampaikan hal tersebut menanggapi munculnya sejumlah keluhan pelanggan di Batam terkait lonjakan rekening pemakaian air.

“Dari data yang kami telusuri dan kami catat pada rekening bulan Januari ini adalah pemakaian bulan Desember 2020. Ada sekitar 303 pelanggan yang pemakaiannya melonjak tinggi. Jadi, pelanggan yang tercatat di kita sampai akhir Desember itu adalah 282.804. Dari 282.804 ini, ada sekitar 303 pelanggan jumlah pemakaiannya hampir 2 kali lipat dari rekening biasanya,” ungkap Sutedi dalam konferensi pers di Gedung Marketing Center BP Batam, Kamis (7/1/2021) lalu.

BACA JUGA:   PKB Rekomendasikan Surya Makmur Nasution Calon Wali Kota Batam

Hal itu terbukti, pada saat petugas pencatatan meteran melakukan pencatatan langsung ke lapangan, didapati adanya kenaikan penggunaan air oleh pelanggan yang meningkat dua kali lipat.

“Intinya kami meyakini bahwa dari meter atau dari pelanggan yang 303 ini pencatatannya sesuai dengan angka meter. Kita berharap, para pelanggan ini semuanya dapat meng-kroscek bahwa bila rekeningnya tinggi tentu ada stand meternya, tinggal memastikan bahwa stand yang ada di rekening misalnya 1500 pastikan bahwa di meternya sama,” papar Sutedi.

Dalam permasalahan ini, sambung Sutedi, PT Moya Indonesia tetap memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Batam, yakni melakukan transaksi pembayaran dengan cara dicicil, tentu dengan persetujuan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

BACA JUGA:   Karyawan Mie Ayam di Lubukbaja Ditikam

“Solusi memberikan pembayaran dengan cara dicicil tentu atas persetujuan dari BP Batam,” terangnya.

Sutedi menambahkan, memang pada masa ini PT Moya Indonesia mulai melakukan pengelolaan SPAM pada tanggal 15 November 2020 sehingga pada Desember lalu seluruh pemakaian air oleh pelanggan telah terverifikasi sesuai dengan angka meter yang ada di meter air milik pelanggan.

“Angka meter itu semua kita masukkan di catatan yang memang dikonsumsi oleh pelanggan. Dari data itu, ada sebanyak 303 yang kami verifikasi memang terjadi jumlah pemakaian yang melonjak yaitu sekitar 0,1%,” pungkasnya.

Konferensi pers di Gedung Marketing BP Batam juga dihadiri; Kepala BMKG Hang Nadim Batam I Wayan Mustika, Direktur Restrukturisasi BP Batam Arham S. Torik, dan Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar.

BACA JUGA:   Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Pelajari Tata Kelola Air Minum dan Limbah Batam

Sebelumnya, Corporate Comunication Manager Moya Indonesia, Astriena Veracia mengatakan, bagi pelanggan yang mengalami pembengkakan tagihan air, dipersilahkan datang ke KPP terdekat.

”Sampaikan nomor pelanggannya berapa, biar kami cek,” kata Vera, dikutip dari batampos.co.id.

Ia mengatakan, tagihan tinggi bukan disebabkan oleh kesalahan sistem, melainkan berasal dari tiga faktor utama.

”Ada pemakaian air yang memang meningkat, pembacaan bulan-bulan sebelumnya yang terlalu rendah mencatat atau salah baca dan terakhir ada kebocoran,” ungkapnya.

”Jika ada keluhan, bisa telepon 150155 atau datang KPP terdekat. Sampaikan keluhan dengan disertai nomor pelanggan, nama dan telepon. Nanti kami jelaskan,” ucapnya.(emr)