Konsolidasi Masalah Air dan Listrik di Batam, Cak Nur: Kebutuhan Vital Masyarakat Harus Diutamakan

Avatar photo
Pimpinan DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, melangsungkan rapat konsolidasi terkait permasalahan kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi air bersih dan listrik, Rabu (17/5/2023).

AriraNews.com, Batam – Pimpinan DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, melangsungkan rapat konsolidasi terkait permasalahan kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi air bersih dan listrik, Rabu (17/5/2023).

Dalam hal ini, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, menyambut beberapa pihak yang datang. Terlihat ada dari pihak SPAM Batam, PT Moya, hingga PT PLN Batam.

Wakil Ketua III DPRD Batam, Ahmad Surya dan Wakil Ketua II DPRD Batam, Yunus Muda ikut dalam menerima kunjungan Manajemen SPAM Batam dan PLN Batam.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengatakan, ia mengaku kerap kali mendapat aduan dari masyarakat perihal mati listrik dan distribusi atau aliran air bersih yang sering macet.

BACA JUGA:  Launching Family Rally Wisata dan Batam Cup 2026, Siap Dongkrak Pariwisata serta Ekonomi Batam

“Bahkan masalah air ini hampir tiap pekan ada yang ngeluh. Ngalirnya (air) kecil, bahkan ada daerah yang mati air. Yang jelas kebutuhan vital ini harus diutamakan,” kata dia.

Cak Nur, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa pihak yang bersangkutan menyoal air ini harus sesegera mungkin berbenah. Jika ada gangguan di lapangan, maka cepat sampaikan ke publik secara transparan.

BACA JUGA:  Lomba Film Pendek Wawasan Kebangsaan 2026 Sukses Digelar, Mahasiswa Batam Tampilkan Karya Inspiratif
Ketua DPRD Batam, Nuryanto berharap SPAM Batam dan PLN Batam berbenah.

Sementara untuk kelancaran sistem kelistrikan di Batam, ia menyarankan kepada PLN untuk menyiapkan langkah antisipatif secara tanggap agar tidak ada keluhan atau berdampak pada masyarakat.

Dari kedua persoalan itu, Cak Nur meminta agar konsorsium air bersih dan PLN untuk mencari investor tambahan. Tujuannya agar persoalan teknis yang dihadapi dapat ditanggulangi.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Tangkap RS Pelaku Ujaran Kebencian di Batam, Terancam Tiga Tahun Penjara

“Investor saya minta untuk ditambah. Cari lagi investor untuk dua lini ini. Misal listrik, saat ini hanya ada enam pembangkit, mungkin jika kita dapat menggaet investor, bisa bertambah pembangkit di daerah kita. Dan itu pastinya berdampak pada pelayanan listrik yang disediakan menjadi lebih baik lagi,” pungkas dia.(*/ara)