banner 728x90

BBM Langka, DPRD Batam Minta Pertamina Tanggung Jawab

Ariranews.com, Batam: Belakangan ini terjadi kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite di Batam.

Untuk mendapatkannya masyarakat harus rela mengantri. Bahkan sebelum BBM jenis tersebut disuplai ke SPBU-SPBU.

Pertanyaan pun timbul. Pasalnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau menuding Pertamina tak menyalurkan sepenuhnya kuota BBM untuk Kota Batam.

Bahkan dia menyebut kuota yang disalurkan hanya separoh dari yang seharusnya. Dia pun meminta Pertamina buk suara terhadap permasalahan tersebut, yang sangat merugikan masyarakat. “Ayo Pertamina buka suaralah!,” ujar, Gustian Riau, Jumat (22/1/2021) lalu.

BACA JUGA:   Sisihkan 514 Kabupaten & Kota, Batam Raih Penghargaan Pengadaan Barang & Jasa

Ketua DPRD Batam, Nuryanto juga meminta hal yang sama pada Pertamina. Menjelaskan ke publik penyebab terjadinya kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite di Batam yang terjadinya belakangan ini.

“Pertamina harus memberikan penjelasan pada masyarakat. Biar gak timbul fitnah,” kata Nuryanto, Rabu (27/1/2021) siang.

Saat ini kata politisi PDI Perjuangan itu terkesan ada pengurangan kuota BBM untuk Kota Batam.

BACA JUGA:   Siapkan Listrik Andal di Idul Adha 1444 H, PLN Gelar Apel Siaga, Khairullah: Semua Dalam Status On dan Standby

“Tapi infonya kuota tak berkurang, tapi di lapangan kayak hilang, ini yang perlu dijelaskan,” ujarnya.

Apalagi kata Nuryanto, di masa pandemi Covid-19 ini aktifitas masyarakat cukup berkurang dan seharusnya BBM tak langka.

“Kalau kuota tak berkurang seharusnya masa pandemi ini stok melimpah, ini tak malah hilang,” Nuryanto, heran.

Untuk itu sebagai Ketua DPRD Batam, agar permasalahan ini tak berlarut-larut dia akan meminta komisi terkait di DPRD Batam untuk memanggil Pertamina dan pihak-pihak terkait untuk menjelaskan masalah yang sudah meresahkan masyarakat ini.

BACA JUGA:   Binda Kepri Gelar Vaksinasi di Mal dan Sekolah

“Masalah ini harus kita urai. Pertamina harus menjelaskannya. Kalau kuota berkurang atau kalau tidak harus dijelaskan. Jangan sampai masyarakat jadi korban. Kita akan segera minta komisi terkait untuk memanggil pertamina dan juga Pemko Batam untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat). Kalau ada masalah kita bahas bareng-bareng,” kata Nuryanto.(emr)