banner 728x90

Komisi I DPRD Batam Sidak PT GTI, Pertanyakan Izin Aktivitas Scrap Kapal

Ariranews.com, Batam: Komisi I DPRD Batam, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Graha Trisaka Industri (GTI), Tanjunguncang, Batuaji, Batam, Selasa (23/2/2021) siang.

“Kedatangan kita untuk memastikan informasi yang kita dapatkan dari masyarakat adanya aktivitas pemotongan kapal di perusahaan tersebut. Setelah kita lihat memang ada pemotongan atau kata lain scrap bukan perbaikan,” ungkap Budi Mardiyanto, Ketua Komisi I DPRD Batam, usai sidak.

Turut dalam sidak tersebut anggota Komisi I DPRD Batam lainnya, yakni Utusan Sarumaha, Safari Ramadhan, dan Jimmy Nababan.

Budi mengatakan dalam sidak tersebut mereka disambut management perusahaan dan kemudian diajak melihat aktivitas pemotongan bangkai kapal tersebut.

BACA JUGA:   Muhammad Rudi Ajak Guru Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

“Kalau kami lihat sudah 70 persen lebih (pemotongan). Tinggal bagian bawahnya saja,” ungkap Budi.

Budi juga mengatakan aktivitas pencincangan kapal tersebut berlangsung di dalam laut, bukan di atas darat.

Dijelaskan Budi, selain memastikan secara langsung kegiatan di lapangan pihaknya juga ingin memastikan izin terhadap kegiatan scrap kapal tersebut.

“Kita sudah agendakan untuk RDP (rapat dengar pendapat). Kita akan panggil pihak perusahaan, Bea Cukai, DLH, agen kapal dan instansi terkait untuk menjelaskan ini. Di lapangan tadi mereka mengatakan miliki semua izin, tapi nanti kita lihat di RDP,” kata Budi.

BACA JUGA:   Kepala BP Batam Tinjau Pelabuhan Batuampar, Pastikan Pembangunan Sesuai Rencana

Karena lanjut Budi, setahunya setiap usaha izinnya berbeda-beda. “Ini yang akan kita lihat, perusahaan ini sesungguhnya izinnya apa. Pembuatan, perbaikan, atau apa,” ujarnya.

Jika menyalahi aturan kata Budi tentunya bisa menimbulkan kerugian negara dan dampak-dampak lainnya. “Setiap aktifitas tentu ada prosedur. Jangan  sampai ada hak-hak negara yang hilang,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan bagi setiap pelaku usaha untuk mematuhi aturan yang ada. “Jangan mentang-mentang situasi ekonomi begini, pengusaha didorong untuk menggerakkan roda ekonomi namun kemudian seenaknya, ini yang gak boleh,” kata Budi.

BACA JUGA:   Jadwal Pemadaman Listrik di Batam Senin 28 Maret, Cek Lokasi Terdampak di Sini

Bila ada indikasi menyalahi aturan tentu sebuah perusahaan akan menerima konsekuensinya.

“Jangan anggap sidak ini main-main,” tegas Budi.(emr)