banner 728x90

SIWO PWI Kepri Gandeng KONI Kepri Gelar Pelatihan Liputan PON, Nulis Olahraga Beda

Ariranews.com: Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri menggelar pelatihan liputan pada even Pekan Olahraga Nasional (PON) di Gedung Pemuda dan Olahraga Batam, Sabtu (19/12/2020) siang.

Hadir sebagai pembicara, Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, Sekretaris KONI Kepri, Abdul Razak, dan wartawan senior olahraga, Ndang Kurnia. Sedangkan acara dipandu oleh wartawan senior Andi Gino.

Candra Ibrahim sebagai Ketua PWI Kepri sangat menyambut baik acara tersebut. Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut dapat menambah wawasan bagi wartawan yang ingin meliput acara olahraga apalagi sekelas PON.

Pasalnya dia melihat khususnya di Kepri belum ada wartawan yang disebut spesialis olahraga. Yang hari-harinya meliput dan menulis tentang olahraga.

“Karena saya melihat wartawan saat ini general saja. Meliput apa saja yang ditugaskan. Tapi menulis olahraga ini memang agak berbeda dengan menulis berita-berita lainnya. Berita olahraga harus lebih deskripsi,” kata Candra, yang mengaku menjadi wartawan pertama kali berangkat sebagai wartawan olahraga di Riau.

BACA JUGA:   Panitia Jamselinas Batam Gelar Program Peduli dan Berbagi, Kunjungi Panti Asuhan hingga Berbagi Buka Puasa di Jalan

Candra juga membagikan pengalamannya meliput selama menjadi wartawan olahraga. “Menulis olahraga kita bisa beropini dan judulnya pun bebas yang mungkin tak bisa digunakan di berita-berita umum,” ungkapnya.

Begitu juga saat meliput sebuah even. Seorang wartawan harus tau jadwal dan cabang-cabang olahraga yang harus diliput.

“Karena tidak semua cabor (cabang olahraga) yang bisa diluput. Apalagi sekelas PON venue (tempat bertanding) biasanya jauh-jauh dan seorang wartawan harus bisa memilihnya,” kata Candra.

Ndang Kurnia juga membagikan pengalamannya selama menjadi wartawan olahraga dan pengalamannya meliput dua kali berturut-turut even PON, yakni PON Kaltim tahun 2008 dan PON Jabar tahun 2016.

BACA JUGA:   Kenduri Syawal 1445 Hijriah, KNPI Kepri dan Batam Kolaborasi Hadirkan Ustaz Abdul Somad

“Dari subuh kita sudah rapat dengan tim, cabor mana yang akan kita liput karena jaraknya jauh-jauh, dari penginapan ada yang jaraknya 300 kilometer,” ungkapnya.

Sehingga kata wartawan yang saat ini bekerja di Batam TV tersebut semuanya harus terjadwal dengan baik. “Apalagi alat-alat untuk liputan Jangan sampai ketinggalan karena kalau sudah tinggal tak bisa balek lagi, termasuk bed (kartu pengenal) mungkin kadang kita anggap sepele. Sekelas PON wajib,” ungkapnya.

Dia juga memberikan catatan seorang wartawan yang berangkat bersama kontingen daerah harus tau dengan semua jadwal kontingen daerah.

“Koordinasi harus jalan apalagi dengan official setiap cabor, karena merekalah yang lebih tau jadwal dan kapan bertanding,” kata Ndang.

BACA JUGA:   Ramadan Berkah PLN Batam, Rumah Ibadah Tambah Daya Didiskon 50 Persen

Sementara Sekretaris KONI Kepri, Abdul Rajak juga menyambut baik pelatihan tersebut. Sehingga wartawan jadi tau dinamika yang ada di lapangan saat meliput sebuah even besar sekelas PON.

“Mudah-mudahan ke depan pelatihan ini tak sebatas PON ini saja. Bisa pelatihan-pelatihan liputan olahraga lainnya. Sesungguhnya pemberitaan ini sangat penting. Seorang atlet selain menerima mendali mereka juga butuh pengakuan, yakni pengakuan dari masyarakat dengan cara pemberitaan-pemberitaan, itulah penghargaan sesungguhnya,” ujar Abdul Rajak.

Dia pun berharap ke depan dengan adanya pemberitaan-pemberitaan olahraga di Kepri menambah semangat semua insan olahraga di Kepri, tak hanya atlet tetapi semua yang terlibat di dalamnya.(emr)