Ketua Melayu Raya: Jangan Ada Premanisme di Bumi Melayu

Avatar photo

Ariranews.com: Ketua Perhimpunan Melayu Raya (Hi-Malaya) Hazarin Alin mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pimpinan ormas pemuda, dalam menyikapi, aksi pemukulan dan pengeroyokan yang menimpa Ketua Panwascam Batam Kota, Salim.

“Saya sudah berkoordinasi dengan beberapa ketua organisasi pemuda, terlebih pemuda Melayu, untuk bersama-sama menyikapi kasus pemukulan ini,” ungkap pria yang akrab disapa Alin ini.

BACA JUGA:  Gerakan ASRI, Lanud RSA Tata Muara Pantai Jadi Ruang Rekreasi dan Wisata Pesisir

Dijelaskannya, saat ini kasus dugaan pemukulan yang disertai dengan pengeroyokan itu sudah dilaporkan ke Direktorat Reserse Umum Polda Kepri.

“Kami percaya sepenuhnya kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku, kami juga yakin polisi pasti akan menindak siapapun pelakunya,” tegas Alin.

Tapi untuk lanjut Alin, menyikapi hal ini, dan agar ke depan tidak ada lagi premanisme di Bumi Melayu ini.

BACA JUGA:  Ascott Rayakan Tiga Dekade di Indonesia Melalui Kampanye "30 & Beyond", Akses Eksklusif Nonton Langsung Chelsea FC dari ASR VIP Box

“Kami pemuda-pemuda Melayu ini akan duduk untuk membicarakan langkah selanjutnya, dalam menyikapi permasalahan ini,” sebutnya.

Terlepas Salim itu budak Melayu, dan Ketua Panwascam Batam Kota, Alin mengatakan Salim juga termasuk salah seorang teman baiknya.

Jadi Alin berharap, kasus ini benar-benar ditangani dengan serius, dan dapat menimbulkan efek jera, terhadap para pelaku premanisme di Batam.

BACA JUGA:  Didukung Kampus Internasional, Simulasi Rumpon di Natuna Dorong Ekonomi Nelayan

“Batam ini kampong kite, jangan ada yang mau jadi preman di sini, tak boleh ada premanisme di Batam,” tegas Alin.(***)