Batam  

Rotasi 311 ASN Jadi Awal Reformasi Birokrasi Batam, Amsakar Tekankan Integritas dan Kinerja

Avatar photo
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad melantik 311 pejabat dan pegawai di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (5/8/2026).

AriraNews.com, BATAM — Wali Kota Batam Amsakar Achmad memulai perombakan birokrasi Pemerintah Kota Batam dengan peringatan keras kepada aparatur sipil negara (ASN). Di hadapan 311 pejabat dan pegawai yang baru dilantik di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (5/8) pagi, Amsakar menegaskan budaya kerja yang lamban, bekerja ala kadarnya, gemar duduk di warung kopi saat jam kerja, hingga memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi tidak boleh lagi terjadi.

Pelantikan tersebut mencakup 140 pejabat struktural, kepala sekolah, pejabat jabatan fungsional (JF), serta sejumlah pejabat lainnya. Menurut Amsakar, rotasi itu merupakan tahap pertama penyegaran birokrasi Pemerintah Kota Batam pada 2026.

“Apa yang kita lakukan hari ini memenuhi kebutuhan organisasi. Ada yang pensiun, ada yang pindah tugas. Eselon II mengalami rotasi. Dan ini babak pertama untuk tahun 2026 ini,” kata Amsakar.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad melantik 311 ASN diberbagai posisi di lingkungan Pemko Batam.

Ia menegaskan bahwa rotasi, promosi, maupun mutasi merupakan hal yang wajar dalam sistem birokrasi. Karena itu, seluruh ASN diminta tidak menyikapinya secara berlebihan, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja.

“Rotasi dan promosi adalah sesuatu yang niscaya. Yang paling baik bukan sibuk merespons mutasi, tetapi memperlihatkan kinerja yang optimal,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Batam, Amsakar: Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

Amsakar juga menjelaskan bahwa ruang gerak pemerintah dalam melakukan rotasi pejabat kini tidak lagi seluas beberapa tahun lalu. Regulasi kepegawaian terbaru, katanya, membuat pemerintah tidak bisa lagi menonaktifkan atau mengganti pejabat tanpa alasan dan dasar hukum yang jelas.

“Regulasi terbaru dalam tata kelola kepegawaian tidak bisa menonjobkan seseorang kalau tidak ada kesalahan. Itu yang membedakan sekarang dengan sebelumnya,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Loyalitas terhadap organisasi dan kontribusi nyata bagi Kota Batam menjadi tolok ukur utama dalam menjalankan amanah jabatan.

“Kalau masih juga nyeleneh, masih juga tidak jelas kontribusinya untuk Batam ini, tentu akan menjadi pertimbangan kami. Mudah-mudahan tidak sampai ke situ,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Amsakar berulang kali menekankan pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Ia menginginkan lahirnya semangat baru yang berorientasi pada pelayanan publik, profesionalisme, dan integritas.

“Saya ingin ada semangat baru. Tidak ada lagi kinerja pemerintahan yang lamban, melayani masyarakat ala kadarnya, bekerja tidak ikhlas, mencari jalan supaya dapat uang, dan lebih banyak duduk di kedai kopi. Itu tidak boleh ada lagi di era Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Batam Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi di Indonesia

Ia memastikan pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi disiplin kepada ASN yang tetap mempertahankan pola kerja seperti itu.

“Kalau saya melihat hal itu, kita akan memberlakukan tindakan disiplin yang tegas,” katanya.

Selain menuntut perubahan budaya kerja, Amsakar juga mengungkapkan bahwa sistem penilaian kinerja ASN telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya evaluasi dilakukan dalam rentang waktu yang panjang, kini penilaian akan dilakukan secara berkala setiap tiga hingga enam bulan agar capaian kerja setiap pegawai dapat dipantau lebih cepat.

Menurutnya, mekanisme tersebut akan membuat kinerja aparatur lebih terukur sekaligus mempercepat pengambilan keputusan apabila ditemukan persoalan di lapangan.

Amsakar juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membuat perilaku ASN kini semakin mudah diawasi masyarakat. Hampir seluruh aktivitas aparatur berpotensi menjadi konsumsi publik melalui berbagai platform digital.

“Sekarang kita menghadapi arus informasi yang luar biasa. Tidak ada lagi yang tuan-tuan lakukan yang lepas dari informasi publik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Belasan Anggota PWI Kepri Kompak Mundur

Ia kemudian mengutip peribahasa untuk menekankan pentingnya menjaga nama baik Pemerintah Kota Batam.

“Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga. Integritas yang kita bangun dengan susah payah, yang bernama Pemerintah Kota Batam ini, kitalah yang berada di barisan terdepan untuk memuliakannya. Tolong itu menjadi perhatian,” kata Amsakar.

Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Amsakar meminta agar proses serah terima jabatan segera dilakukan sehingga pekerjaan dapat langsung berjalan tanpa terhambat proses transisi.

“Setelah ini lakukan percepatan pisah sambut. Jangan dibiarkan berlama-lama. Kita sudah melewati semester pertama. Tidak usah lagi memperbincangkan hal-hal yang tidak perlu. Segera lihat meja kerja, pahami tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujarnya.

Secara khusus, Amsakar juga memberikan perhatian kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia meminta agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta memastikan penyelenggaraan pendidikan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jaga sekolah dengan baik. Pegang amanah itu sebaik-baiknya. Kalau memang gratis, jangan ada pungutan,” tegasnya.(emr)