banner 728x90

Gubernur Kepri Dukung Rencana Pembangunan PLTU Biomassa Tanjungsauh

Ariranews.com, Tanjungpinang: Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad  menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT bright PLN Batam dan Panbil Industrial Estate tentang rencana pembangunan dan pengelolaan PLTU Biomassa 2 x 100 MW di Tanjungsauh Kota Batam di Rupatama Lantai 4 Pemprov Kepri, Kamis (4/3) siang.

Dirut bright PLN Batam, Budi Pangestu, dalam kesempatan tersebut mengatakan rencana pengelolaan PLTU Biomassa 2 x 100 MW di Tanjungsauh Kota Batam sudah memasuki study kelayakan yang mudah-mudahan bisa secepatnya direalisasikan pembangunannya.

BACA JUGA:   Pemikiran INSANI Diterima Kaum Milenial

“Kami mendukung penuh karena bagian dari alternatif penyediaan energi terbarukan yang manfaatnya cukup besar bagi masyarakat luas,” ujar Budi Pangestu.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad dalam kata sambutannya mengatakan PLTU Biomassa merupakan terobosan penting dalam rangka penyediaan energi yang cukup bagi masyarakat. Biomassa menjadi solusi yang penting untuk membantu suplai energi di samping minyak dan gas bumi.

BACA JUGA:   bright PLN Batam Lanjutkan Pembangunan SUTT Nongsa, Polda Kepri Siap Beri Pengawalan

“Terima kasih bagi PLN Batam dan Panbil Industrial Estate yang telah mempelopori hal ini. Mudah-mudahan kehadiran PLTU Biomassa mampu menjadi magnet baru bagi berkembangnya kawasan-kawasan baru pertumbuhan ekonomi di Kepri khususnya di Batam,” jelas Ansar.

Kondisi saat ini, jelas Ansar, persoalan listrik masih menjadi perhatian serius oleh pemerintah karena masih ada beberapa daerah yang belum secara maksimal menerima asupan listrik dengan cukup.

BACA JUGA:   Atlet Tarung Derajat Kepri Melaju ke Final

“Kita harapkan realisasi pembangunan PLTU Biomassa membantu bertambahnya cadangan energi yang cukup bagi Kepulauan Riau,” pungkasnya.

Dalam penandatanganan MoU tersebut dari PLN Batam dihadiri oleh Budi Pangestu sementara dari Panbil Industrial Estate ikut hadir Johanes Kenedy Aritonang. Sejumlah OPD dan tokoh masyarakat juga ikut hadir dan menyaksikan.(emr)