AriraNews.com, Batam – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kepri menyiapkan uang kartal Rp 1,9 triliun untuk 7 Kabupaten dan Kota di Kepri melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2023.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Suryono mengatakan bahwa selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2023, kebutuhan uang secara nasional diperkirakan meningkat menjadi sebesar Rp 195 triliun, dan terbilang naik 8,22 persen dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar Rp 180 triliun.
“Dari jumlah tersebut, ada 5.066 kantor bank atau titik layanan penukaran yang tersebar di seluruh Indonesia, dan terbilang meningkat 8 persen jika dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 4.689 titik layanan,” terang Suryono usai Peluncuran Serambi 2023 di halaman Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Senin (27/3/2023) pagi.
Sedangkan untuk wilayah Kepri, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang kartal sebesar Rp 1,9 triliun dan terbilang mengalami peningkatan 11,76 persen dibandingkan realisasi 2022 yang sebesar Rp 1,7 triliun.

“Peningkatan ini adanya asumsi makro dan tren realisasi secara historis. Dan adanya pencabutan status PPKM oleh pemerintah, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, serta peningkatan mobilitas masyarakat pada momen mudik lebaran diperkirakan mendorong kebutuhan uang kartal lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” jelas Suryono.
Dalam rangka memastikan kebutuhan uang di Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia secara nasional menjalankan sebuah rangkaian kegiatan yang disebut dengan Serambi 2023.
Serambi 2023 ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mencapai tiga hal. Pertama, pemenuhan kebutuhan uang, dengan menjamin kecukupan kebutuhan uang untuk masyarakat melalui perbankan dengan jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar.
“BI bekerja sama dengan lembaga perbankan untuk kegiatan penukaran, dengan titik penukaran di 155 titik penukaran uang,” terang Suryono.
Kedua, terlaksananya layanan kas. Ketiga, edukasi dan komunikasi, untuk meningkatkan awareness masyarakat terkait dengan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah selama bulan Ramadan.
Pihaknya juga menjelaskan dalam kampanye CBP edisi Ramadan ini dititikberatkan agar masyarakat bijak dalam berbelanja dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan maupun dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri.
Yaitu berbelanja sesuai kebutuhan tidak berlebihan sehingga tidak terjadi kelangkaan barang yang dapat memicu kenaikan harga atau inflasi.
“Berkaitan dengan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK), BI mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran di tempat-tempat penukaran resmi,” tegas Suryono.
Masyarakat dapat melakukan penukaran uang di seluruh unit/cabang perbankan di wilayah kepri, Kas Keliling Bank Indonesia, atau pada kegiatan Layanan Penukaran Uang Bersama Bank Indonesia dan Perbankan.
“Hal itu bertujuan untuk menghindari risiko pengedaran uang palsu dan dapat lebih akurat dalam jumlah uang yang diterima serta tanpa adanya biaya tambahan,” terang Suryono.
Ia menyampaikan, masyarakat dapat melakukan penukaran uang tersebut melalui Kas Keliling Bank Indonesia, Layanan Penukaran Uang Bersama Bank Indonesia dan Perbankan, dan 155 titik layanan loket perbankan di seluruh wilayah Kepri hingga 20 April 2023 mendatang.
“Kita mulai dari 21 Maret hingga 20 April hampir sebulan. Dari 155 titik, saya kira di pelabuhan-pelabuhan ada. BI Kepri sendiri tidak melayani penukaran uang langsung. Kita sudah menyediakan penukaran di kas keliling dan perbankan,” tutup Suryono.(*/emr)








