banner 728x90

Salam Walang

Ariranews.com: Adi Wiyono membagikan pengalamannya nyuluh belalang atau walang di kampung halamannya di Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ini kata wartawan senior yang lebih dikenal dengan nama Bagong Sastranegara ini mengungkap di kampungnya lagi musim walang. Walang pun menjadi konsumsi masyarakat.

Berikut cerita Bagong yang ditulisnya di akun Facebook-nya, Adi Wiyono:

Walang

Sekarung belalang terhampar di meja pada Sabtu pagi, hasil dua jam ‘nyuluh’ tadi malam bersama tetangga. Banyak, sekali lagi banyak. Di Ds Sumbermulyo Kec. Pesanggaran, Banyuwangi Jawa Timur, sekarang sedang musim serangga herbivora yg lazim di sebut Belalang, Walang.

BACA JUGA:   Wali Kota Targetkan Agustus Vaksinasi Selesai di Batam

Tetapi ‘nyuluh’ Jumat malam tadi, belalang di dapat dari kebun pohon Mahoni. Sebuah perkebunan milik Perhutani yg sering di sebut babatan. Maka belalang harus di buang kotoranya jika akan di goreng, kalau tidak rasanya pahit ketika di konsumsi. Demikian halnya jika belalang di dapat dari kebun jeruk pecel, maka rasanya pahit seperti kulit jeruk pecel. Tetapi jika belalang di dapat dari kebun tebu, jagung, kedelai maka ada sebagian warga langsung menggorengnya, karena rasa belalang goreng tidak terlalu pahit.

BACA JUGA:   100 Orang Penyidik PPNS Kepri Jalani Pelatihan

Menurut seorang pakar ahli gizi dari IPB Bogor, Prof. Ahmad Sulaiman, belalang mengandung nutrisi, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral. Sedangkan serangga herbivora ini mempunyai species lebih dari 22 ribu jenis, termasuk yg hinggap di tanaman sekitar rumah anda. Di kampungku, belalang atau walang salah satu lauk pauk yg sgt lezat. Di goreng dg sedikit tepung, maka di jamin anda tidak akan berhenti mengunyah. Gurih dan mempunyai rasa khas, mirip udang, lopster atau kepiting goreng. Biarlah udang, kepiting dan lopster di nikmati oleh mereka yg berduit, kami cukup makan belalang.

BACA JUGA:   Rencana Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, Ketua DPRD Batam Imbau Masyarakat Beri Masukan

Seperti yg pernah saya tulis kemarin, hutan yg sangat luas, yang di pelihara sangat baik oleh masyarakat akan memberikan imbal balik bagi alam sekitarnya, dan musim belalang salah satunya.
Sepanjang tahun.
Seumur hidup.

Salam walang.

Adi Wiyono
Bagong Sastranegara