banner 728x90

Kominfo Gelar Diskusi Inklusi Digital 2021, Penyandang Disabilitas Memiliki Hak yang Sama

Ariranews.com, Batam: Kementerian Informasi dan Teknologi (Kominfo) menggelar diskusi publik Inklusi Digital 2021 yang bertemakan Indonesia Digital Ramah Disabilitas di Batam, Jumat (26/3/2021). Selain dihadiri langsung para peserta, diskusi tersebut juga berlangsung secara virtual.

Hadir sebagai pembicara, Staf Ahli Menkominfo RI, Henry Subiakto, Wakil Sekretaris Jenderal PP WCP, Tatiek Prasetyawatie Hoedi, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jambi, Ratumas Dewi. Henry dan Tatiek hadir secara langsung di lokasi diskusi, dan Ratumas Dewi, hadir secara virtual.

Dalam diskusi tersebut Henry menjelaskan tujuan dan misi pemerintah membangun jaringan telekomunikasi hingga polosok negeri.

“Saat ini semua orang Indonesia mulai dari perkotaan hingga pedesaan butuh yang namanya internet. Sama seperti di Kepri kebutuhan internet tidak hanya di Batam saja, tapi juga daerah lainnya seperti di Anambas dan bahkan Pulau Laut juga butuh internet,” kata Henry.

BACA JUGA:   Catatan SMN, SSB Batam, I Love You Full

Apalagi kata Guru Besar Universitas Air Langga, tersebut di zaman pendemi Covid-19 ini teknologi informasi sangat dibutuhkan. Bahkan menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia.

“Sekarang terutama di tengah pandemi Covid-19 semua harus berbasis digital seperti sekolah yang mewajibkan anak-anak belajar secara online,” ujarnya.

Bahkan sambungnya, handphone juga salah satu kebutuhan yang penting saat ini. Semuanya kata Henri, bisa dilakukan hanya dengan menggunakan handphone saja, misalnya untuk pendidikan, konsultasi kesehatan, dan lain sebagainya.

“Maka dari itu, kita harus bisa menggunakan teknologi digital, biar bisa produktif dan bersaing dengan yang lainnya. Dulu untuk ambil uang harus ngantri di bank lama-lama, muncul ATM, muncul lagi mobile banking. Sekarang di dompet tidak ada uang, yang ada kartu kredit atau bayar pakai aplikasi uang, selain ringan dan juga aman,” kata Henry.

BACA JUGA:   Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik, BP Batam Gelar FGD bagi PPID

Meski demikian, cepatnya perkembangan teknologi informasi tak selalu berdampak positif. Perlu juga kehati-hatian.

“Manfaatkanlah kecanggihan teknologi sekarang, buat hal-hal yang positif. Apapun kita bisa akses di internet,” ungkapnya.

Henry juga mengungkapkan, saat ini tercatat ada sekitar 196,7 juta orang Indonesia pengguna internet. Mulai dari anak-anak, muda, dewasa, hingga orang tua.

“Hampir 200 juta orang pengguna internet di Indonesia. Kita harus saling mengingatkan, jangan suka termakan informasi hoak. Dan ini bukan terjadi hanya di Indonesia saja, bahkan negara Amerika juga pernah termakan isu hoak,” ucapnya.

BACA JUGA:   Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas, Jasa Raharja Bekerja Sama dengan UGM, UII, dan UMY

Sementara itu, Wakil Sekertaris Jendral PP WCP, Tatiek Prasetyawatie Hoedi memaparkan kiat-kiat berusaha. Mulai dari niat, motivasi diri, disiplin, membuat perencanaan, dan yang paling penting jangan mudah putus asa.

“Jangan takut gagal, semua orang pasti pernah gagal, anggap saja kegagalan itu ialah kesuksesan yang tertunda dan terus mencoba,” paparnya.

Sementara itu, Ketua HWDI Jambi, Ratumas Dewi menyambut baik langkah pemerintah yang memberikan perhatian pada penyandang disabilitas. Apalagi saat ini sudah ada undang- undang serta peraturan-peraturan yang menjamin hak-hak penyandang disabilitas, termasuk hak dalam mendapatkan informasi.

“Salah satunya manfaat contohnya bagi penyandang disabilitas berat. Mereka merasa tak sendiri lagi, sudah dapat mengakses informasi sendiri,” ujarnya dan berharap ke depan pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak penyandang disabilitas.(eme)