banner 728x90

Kematian Akibat Covid Meningkat Pj Gubernur Khawatir Kepri Lumpuh

ARIRANEWS.COM: Pj Gubernur Kepri, Bahtiar sangat risau dengan pertumbuhan Covid-19 di Kepri yang cendrung tak dapat dikendalikan.

Bahtiar mengatakan, saat ia datang ke Kepri, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia baru 57 orang.

“Hari ini, jumlah yang meninggal sudah 84 orang, inikan sangat mengkhawatirkan, belum sebulan loh saya tugas disini, jumlah yang mati karena Covid sudah 27 orang, itu orang loh yang mati, bukan kambing, di mana kemanusiaan kita, di mana jiwa sosial kita,” ungkap Bahtiar dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Lintas Organisasi dan Instansi melalui aplikasi Zoom, Kamis (22/10/2020) sore.

BACA JUGA:   Wali Kota Batam Siap Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Menurut Bahtiar, penerapan protokol kesehatan pun belum maksimal.
“Coba lihat di tempat-tempat umum, masih banyak yang tak pakai masker, masih banyak yang kumpul-kumpul, ada kegiatan berdesak-desakan, dilakukan dengan penuh kebanggaan lagi,” ujar Pj Gubernur Kepri dengan nada tinggi.

Pelanggaran protokol kesehatan, lanjut dia, bukan hanya dilakukan oleh perorangan, tapi juga tempat usaha.

“Coba masuk ke toko-toko di Batam, di Tanjungpinang di mana saja lah di Kepri ini, tak ada disediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan pun tak ada, kalau ada pun jauh, jorok pula lagi, bagaimana mau bersihkan tangan kalau tempat cuci tangannya saja jorok,” sebutnya.

BACA JUGA:   Danlanud Hang Nadim Sambut Kedatangan Panglima TNI dan Kasau di Batam

Selain toko, Bahtiar juga menyoroti hotel-hotel yang tak menyediakan masker di kamar-kamar hotelnya.

“Mana ada hotel yang menyediakan masker, hanya hotel grup Aston saja,” ujarnya.

Ia kesal karena sebenarnya semua pihak sudah mengetahui pentingnya penerapan protokol kesehatan, tapi tidak menerapkan.

“Inikan aneh, berarti jiwa sosialnya ke mana, Pak, Ibu yang mati itu orang loh, kepala keluarga yang punya tanggung jawab penuh terhadap keluarganya, seorang ibu yang harus mengasuh anak-anaknya, mereka yang meninggal, lantas dampaknya terhadap keluarga mereka inikan yang memilukan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Bakamla Meriahkan Festival Bunaken 2022

Kepada seluruh kehumasan pemerintah kabupaten kota di Kepri, Bahtiar meminta agar tidak menganggap remeh dengan hal ini.

“Sosialisasikan, sadarkan masyarakat pentingnya protokol kesehatan, sadarkan para pengusaha, penyedia jasa,” sebutnya.

Ia mengatakan, kalau hal ini tidak diterapkan, maka Kepri akan lumpuh dengan sendirinya.

“Saya melihat kemampuan tenaga medis dan keuangan kita tak mencukupi kalau harus berperang dalam waktu yang lama dengan Covid- 19. Jadi bikin masyarakat sadar, agar Covid ini cepat teratasi,” tutupnya.(***)