banner 728x90

Pemprov Kepri Targetkan Pinjaman Modal Usaha UMKM Rp 60 Miliar, Nilai Pinjaman Ditingkatkan

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad usai membuka Gebyar Melayu Pesisir 2023 di Harbour Bay, Batam. GMP 2023 merupakan upaya BI Kepri dalam membawa UMKM ke level internasional.

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menargetkan pinjaman modal usaha tanpa bunga hingga Rp60 miliar untuk 2.000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2024. Plafon pinjaman modal ditingkatkan dari Rp20 juta per UMKM, menjadi Rp40 juga per UMKM.

“Bunga 11 persen yang harusnya dibayar oleh peminjam, kita tanggung sepenuhnya dengan APBD Kepri,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad, di Batam, Selasa (21/5/2024).

BACA JUGA:   Rizki Febian dan Danilla Berhasil Bius Ribuan Anak Muda Batam

Diakuinya sejak tahun 2021 hingga Februari 2024, Pemprov Kepri telah menyalurkan pinjaman modal usaha sebesar Rp21,78 miliar untuk UMKM.  Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin agar UMKM Kepri tetap eksis, serta pemerintahan provinsi terus berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha agar terus maju dan berkembang.

“Harus kita akui beberapa waktu yang lalu ketika terjadi turbulensi ekonomi begitu berat karena pandemi Covid-19 selama dua tahun, namun UMKM menjadi salah satu penyelamat ekonomi bangsa ini,” ujar dia.

BACA JUGA:   Rugikan Negara, Kadisdik Batam Kembalikan Kelebihan Bayar Proyek SDN 008 Bengkong ke Kasda

Selain dengan mendukung perkembangan UMKM melalui pinjaman modal usaha tanpa bunga, Pemprov Kepri juga bekerja sama dengan Bank Indonesia Kepri untuk terus melakukan pembinaan dan kurasi terhadap produk-produk unggulan di 7 kabupaten/kota di provinsi setempat.

“Kita terus bekerja sama menggelar road to show Gebyar Melayu Pesisir yang telah banyak kita gelar bekerja sama dengan BI Kepri,” kata Ansar.

BACA JUGA:   Serahkan Bibit di Tiga Lokasi, Marlin Yakin Stok Cabai Emak-emak Cukup saat Ramadan

Ia melanjutkan pihaknya terus membangun sinergisitas dengan lintas instansi, antara BI, satgas halal Kepri, BPOM, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) untuk berikan layanan perizinan terpadu lebih mudah cepat untuk pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan usaha kita mampu membangun semangat  untuk menggali potensi potensi besar dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan,” kata Ansar.(oma)