Raker Provinsi KONI Kepri, Anggaran untuk Olahraga Harus Ditambah

Avatar photo
Semangat Olahraga: Peserta Rapat Kerja Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2023 yang digelar di Ballroom Aston Hotel Batam pada Minggu (16/4/2023) siang.

AriraNews.com, Batam – Mewakili Gubernur Kepri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Muhammad Ihsan membuka secara resmi Rapat Kerja Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2023 yang digelar  di Ballroom Aston Hotel Batam pada Minggu (16/4/2023) siang.

Hadir dalam pembukaan raker tersebut Wakil 1 Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno, anggota DPRD Kepri, Sirajudin Nur, Asmin Patros, Kapten Damanik mewakili Danrem 033/Wira Pratama, Kadispora Batam, Zulkarnain, dan sejumlah temu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Raker KONI Provinsi Kepri Suyono mengatakan, tercatat pengurus hingga perwakilan dari 6 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se-Provinsi Kepri bersama pengurus 51 cabang olahraga (cabor), SIWO PWI Kepri, BAPOPSI, BAPOMI, hingga PERWOSI, hadir dalam rapat kerja ini.

“Hanya Natuna yang berhalangan hadir,” ungkapnya.

Ketua KONI Kepri, Usep RS.

Sementara, Ketua Umum KONI Provinsi Kepri, Usep RS yang mengatakan bahwa rakerprov ini merupakan amanat AD/ART dan sebagai wadah tempat berkordinasi serta sinkronisasi program kerja di KONI Provinsi untuk tahun 2023-2024.

BACA JUGA:  Li Claudia Chandra Pimpin Rapat Strategis Bahas Dampak Lonjakan Harga Minyak Global di Batam, Tekankan Stabilitas Pasokan

Selain itu juga sebagai forum dalam upaya untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program tahun 2023-2024. Sekaligus mematangkan persiapan Porwil di Riau 2023 dan Pra PON yang merupakan tiket untuk dapat lolos pada PON Aceh- Sumut 2024 mendatang.

Pengurus KONI Kepri memimpin jalannya raker.
Wakil 1 Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno hadir dalam Reker Provinsi KONI Kepri. Dia mendorong agar anggaran untuk olahraga ditambah.

Diketahui Porwil di Riau akan berlangsung pada bulan Oktober 2023 mendatang dan akan diikuti oleh 8 provinsi yang ada di Sumatera, karena Aceh dan Sumut sudah otomatis lolos PON.

Sedangkan Pra PON akan berlangsung pada bulan April hingga September 2023. Pra PON akan diikuti oleh beberapa cabor sesuai dengan jadwal Pengurus Besar (PB) induk olahraga masing-masing.

Agar iven-iven olahraga yang akan dihadapi 2023 dan 2024 mendatang berlangsung sukses tak hanya membutuhkan kesiapan atlet juga butuh kesiapan pengurus pengurus cabang. Sehingga, Usep mengimbau apabila ada kepengurusan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga yang telah berakhir agar segera menyelenggarakan musprov untuk memilih kepengurusan yang baru.

BACA JUGA:  BRK Syariah Gelar Turnamen Badminton di Natuna, Sekda Tekankan Sportivitas Atlet

“Ini harapan KONI Pusat, bahwa semua yang ikut nanti di PON semua legalitas pengprov harus selesai di tahun 2023 ini,” ungkap Usep.

Usep pun berharap forum rapat kerja ini, bisa menjadi sarana dalam merumuskan kebijakan dalam meningkatkan prestasi olahraga di tahun-tahun mendatang.

“Saya sangat berharap melalui raker ini akan muncul program olahraga untuk meningkatkan prestasi olahraga. Terutama meningkatkan prestasi pada PON 2024 di Sumut-Aceh mendatang,” tegasnya.

Wakil 1 Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno dalam sambutannya memaparkan perkembangan olahraga saat ini yang makin banyak jenisnya. Bahkan sudah dipertandingan di level SEA Games dan Asian Games. Namun, sebagian olahraga tersebut belum berkembang di Indonesia. Sehingga akan menyulitkan Indonesia bersaing di level international.

Rapat Kerja Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2023 yang digelar  di Ballroom Aston Hotel Batam pada Minggu (16/4/2023) siang.

Sehingga dia terus mendorong semua pihak untuk terus mendukung dunia olahraga baik oleh pihak swasta dan terutama pemerintah. Jika di level pusat menambah porsi melalui APBN yang saat ini cukup kecil. Sedangkan di daerah juga bisa menambah anggaran untuk pembinaan olahraga, pembangunan fasilitas dan bahkan juga bisa melalui Peraturan Daerah (Perda).

BACA JUGA:  BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih

Suwarno juga mendorong agar KONI Kepri mempersiapkan atlet-atlet yang akan mengikuti Porwil, Pra PON dan PON mendatang dengan matang. Terutama menyiapkan atlet-atlet yang berpotensi meraih medali. Sehingga Kepri meraih prestasi di PON mendatang.

Diketahui pada PON XIX Tahun 2016 di Jawa Barat, Kepri meraih 18 medali, 7 di antaranya medali emas. 5 medali emas disumbang Cabor Layar, 1 emas dari Tinju dan 1 emas lagi disumbang oleh Ski Air.

Sedangkan pada PON XX yang digelar tahun 2021 di Papua, Kepri hanya meraih 2 medali emas. Keduanya disumbangkan oleh Cabor Layar. Sedangkan Cabor Ski Air yang diharapkan mendulang emas oleh Kepri tak dipertandingkan di PON Papua.(ara)