AriraNews.com, Natuna — Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat upaya pemberian jaminan kesehatan bagi tenaga pendidik. Salah satu langkah konkret ditunjukkan dengan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, dalam kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Natuna Dive Resort tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko, dan dihadiri para pejabat Disdikbud Natuna. Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Natuna, mulai dari jenjang KB, TK, SD, hingga SMP, baik secara luring maupun daring, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Mengusung tema “Tingkatkan Pemahaman JKN, Guru Sehat Pendidikan Kuat Menuju Indonesia Sehat dan Pintar”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik serta satuan pendidikan terkait manfaat dan mekanisme Program JKN.
Seusai kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Hendra Kusuma mengapresiasi BPJS Kesehatan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi JKN sangat penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menjamin kesehatan guru dan tenaga kependidikan.
“Pemahaman tentang JKN sangat diperlukan, khususnya bagi tenaga pendidik. Dengan jaminan kesehatan yang baik, guru dapat lebih fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mencerdaskan generasi muda Natuna,” ujar Hendra.
Ia juga menegaskan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna untuk terus mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi tenaga pendidik.
“Kami dari Dinas Pendidikan berkomitmen untuk memberikan jaminan kesehatan bagi tenaga pendidik serta memastikan perlindungan sosial bagi seluruh ekosistem pendidikan di Natuna,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Natuna semakin memahami pentingnya Program JKN sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (Dod)








