banner 728x90

Sutrisno Operator Beko Amphibi Dinas Bina Marga Batam, Pernah Jumpa Harimau dan Ular Besar

Ariranews.com, Batam: Hari-hari belakangan ini menjadi hari yang melelahkan bagi Sutrisno (37) operator beko amphibi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.

Pasalnya, sejak banjir melanda beberapa titik di Kota Batam, dia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya memperbaiki saluran air agar air kembali mengalir dengan lancar.

“Sejak tahun baru tak ada berhenti. Sudah empat titik yang saya kerjakan, mulai dari Simpang Jam, dua titik di Batuaji, dan di Nongsa ini,” ungkap Sutrisno, yang ditemui di Kantor Camat Nongsa, Kamis (15/1/2021) siang.

Sutrisno bersama Abdul, rekan kerjanya baru saja makan siang di kantin kantor Kecamatan Nongsa tersebut. Hari itu merupakan hari pertama tugasnya di wilayah Nongsa. Melakukan normalisasi parit utama yang berada tepat di samping kantor camat hingga ke arah laut Kampung Panau, yang masuk daerah Kabil.

Sebelumnya, kantor Kecamatan Nongsa dua kali terendam banjir saat hujan deras melanda Kota Batam, yakni pada saat Tahun Baru dan pada akhir pekan lalu. Ketinggian air di jalan dan halaman kantor lebih dari satu meter. Sehingga untuk bisa masuk ke dalam gedung dari jalan raya terpaksa menggunakan perahu.

BACA JUGA:   Bunda Paud Lingga Maratusholiha Nizar Kunjungi Desa Pekaka, Serahkan Bantuan Alat Permainan Edukatif

Agar kejadian yang sama tak terulang karena hujan masih turun di Batam belakangan ini maka Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam melakukan normalisasi saluran air di tempat tersebut. Sutrisno bersama Abdul ditugaskan untuk membereskannya.

“Berapa lamanya tugas disini belum tau, karena saluran airnya lumayan panjang. Parutnya juga sudah dangkal karena banyak endapan,” ungkapnya.

Pernah Berjumpa Harimau

Sutrisno sendiri baru satu tahun belakangan menjadi pegawai di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam dan berdinas khusus sebagai operator alat berat beko. Sutrisno memiliki keahlian khusus mengoperasikan beko amphibi.

BACA JUGA:   Kunjungi Wilayah 3 T, DPRD Batam Apresiasi Ekspedisi Rupiah Berdaulat dari Bank Indonesia

Sebelum menjadi pegawai di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Sutrisno sudah melanglang buana kerja di berbagai perusahaan sebagai operator beko.

“Saya bekerja sebagai operator beko sejak tahun 2003.Pernah di Jawa, Kalimantan, dan Sumatra, sudah pernah. Sudah diberbagai daerah. Di Batam ini sebelum di Bina Marga juga sebagai operator beko,” ungkapnya.

Bekerja sebagai operator beko kata Sutrisno bukanlah pekerjaan yang gampang. Tak segampang yang dilihat banyak orang, yang hanya duduk di kemudi dan menggerak-gerakkan lengan beko.

Bekerja sebagai operator beko memiliki banyak tantangan dan resiko. Tak semua medan yang dikerjakan mudah. Contohnya di lokasi yang curam. Operator beko harus memiliki perhitungan yang matang dan insting yang tinggi dalam bekerja.

Tak hanya kondisi medan, daerah kerja juga menjadi tantangan bagi operator beko. Contohnya saat bekerja di daerah pedalaman. Hal itu sudah dia rasakan saat bekerja di daerah Kalimantan.

BACA JUGA:   Puncak Hari Bhayangkara, Polda Kepri Ikuti Upacara Bersama Presiden Melalui Virtual dan Gelar Syukuran

“Pernah membuat parit atau kanal gitu di daerah Kalimantan. Kalau seperti di Batam kan cuma dalam kota aja,” ujarnya.

Sehingga sudah banyak pengalaman yang dia rasakan, termasuk pernah bertemu dengan harimau. “Pernah ketika kami dulu bekerja di Kalimantan harimau lewat,” kata Sutrisno.

“Pernah juga dulu teman takabur waktu kerja, tiba-tiba harimau muncul di depannya, gak bisa gerak,” ungkapnya.

Namun, selama kerja di Batam kata Sutrisno dia bersyukur belum ada kejadian yang bisa mengancam jiwanya.

“Kalau ular kebeko udah sering. Dulu waktu di Batuaji pernah ular piton kebeko, panjangnya tiga meteran,” ungkapnya.

Dia sendiri berharap jangan sampai ada hal-hal yang bisa membahayakan diri dan keselamatan dirinya.

“Doa saya selalu agar dihindarkan dari bahaya ketik bekerja, jangan sampai lah,” ujarnya.(qori)