AriraNews.com, Batam – Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar menjalani Reses Masa Sidang ke-2 Tahun 2023 di beberapa wilayah di daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Nongsa, Seibeduk, Bulang, dan Galang. Pada warga Taba Iskandar menyatakan akan komit memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Di antara tempat yang dikunjungi Anggota Komisi I DPRD Kepri pada Reses sepanjang bulan Agustus 2023 ini yakni; Gusti Ayu Belakang Jasinta RT 07, RW 06, Nongsa, Pancur Tower 1, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Seibeduk, RW 14, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Mangsang Permai RT, 01, RW 02, Seibeduk, Gereja Pentakosta Indonesia Bukit Penta/Kavling Bukit Layang, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Taman Batubesar, RW 09, Nongsa, Perumahan Telaga Sakinah, RT 01-03, RW 13 Tanjungpiayu, Teluk Mata Ikan, RT 01, RW 07 Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, dan Kavling Bakau Srip, RT 01-04, RW 02, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa.

Taba Iskandar mengatakan, reses merupakan kewajiban seorang Anggota DPRD dengan turun langsung ke daerah pemilihan (dapil), bertemu dengan konstituen, dan menjaring informasi serta menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini dilakukan tiga bulan sekali.
“Reses kali ini merupakan Reses Masa Sidang ke-2 Tahun 2023,” ungkap Anggota Fraksi Golkar DPRD Kepri tersebut, ditemui di sela penyerahan mobil pickup pada Yayasan Al Munawwar Madani, Bidaayu, Seibeduk, Kota Batam dan mobil ambulans pada Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Kepri, Kamis (10/8/2023).
Penyerahan dua unit mobil tersebut diserahkan di sela peresmian Rumah Singgah Insan Kepri Sehat (Mahligai Keris) oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Kompleks Kartini, Sekupang.
Taba menjelaskan bantuan dua unit mobil tersebut merupakan hasil dari aspirasi yang disampaikan masyarakat saat reses pada tahun 2022 lalu.

Dilanjutkan Taba Iskandar, dari beberapa dapil yang sudah dia kunjungi pada Reses Masa Sidang ke-2 Tahun 2023 ini belum lengkapnya infrastruktur dasar masih banyak yang disampaikan oleh masyarakat. Seperti jalan lingkungan yang banyak rusak, buruknya sistem drainase, hingga masalah pendidikan.
“Di daerah Piayu contohnya banjir masih sering terjadi. Selain masih buruknya sistem drainase banjir juga disebabkan oleh proses pematangan lahan yang sembarangan tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi,” ungkap Taba.
“Kemudian semenisasi jalan di lingkungan juga banyak diusulkan masyarakat. Masalah pendidikan, terutama PPDB juga menjadi perhatian, karena setiap tahun selalu bermasalah. Di setiap tempat yang saya kunjungi terkait PPDB selalu disampaikan,” ungkap Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepri tersebut.

Hasil reses itu nantinya kata Taba Iskandar, akan disampaikan melalui rapat paripurna di DPRD Kepri. Aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Kepri.
“Yang menyangkut kewenangan provinsi akan dieksekusi di provinsi. Tiap tahun dianggarkan. Sementara yang menyangkut pemerintah kabupaten/kota ditindaklanjuti melalui kepala daerah masing-masing. Kalau menyangkut OPD, kami minta OPD Provinsi berkoordinasi dengan OPR kabupaten/kota. Sedangkan yang menyangkut instansi vertikal contohnya keamanan langsung ke Polda Kepri. Dan yang menyangkut anggaran kecil bisa dianggarkan melalui pokir, yang besar melalui APBD yang dibahas melalui eksekutif,” papar Taba.
Sementara itu, Ali Akbar, perwakilan warga
Gusti Ayu Belakang Jasinta, Nongsa, menyampaikan drainase dan jalan utama di lingkungan mereka yang belum dibangun. Warga pun berharap Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar, dapat memperjuangkan aspirasi mereka.(ara)








