Pulang Kerja Dini Hari, Karyawan Pabrik Diduga Ditusuk Geng Motor di Batam Kota     

Avatar photo
Seorang pria berinisial AL (24), karyawan salah satu perusahaan elektronik di kawasan Batam Centre, mengalami luka serius penusukan yang diduga dilakukan oleh kelompok Genk Motor saat sedang minum kopi bersama teman-temannya di kawasan Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Kota, Jumat (6/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

AriraNews.com, BATAM – Seorang pria berinisial AL (24), karyawan salah satu perusahaan elektronik di kawasan Batam Centre, mengalami luka serius penusukan yang diduga dilakukan oleh kelompok Genk Motor  saat sedang minum kopi bersama teman-temannya di kawasan Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Kota, Jumat (6/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi berinisial PT yang berada di lokasi kejadian, peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama beberapa rekannya pulang bekerja pada shift malam dan hendak kembali ke rumah.

Dalam perjalanan, korban dan rombongannya sempat berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor yang tidak dikenal. Saat itu terjadi saling pandang yang berujung cekcok singkat di jalan.

“Awalnya hanya saling pandang saat berpapasan di jalan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang. Korban sebenarnya sudah diajak pulang oleh teman-temannya, tetapi kami sempat singgah untuk minum kopi di sebuah warung di kawasan Villa Pesona Asri,” ujar PT.

BACA JUGA:  Li Claudia Sambut Atase Pertahanan 19 Negara, Batam Perkuat Posisi Strategis di Kawasan

Menurut PT, baru beberapa menit mereka duduk di warung kopi tersebut, tiba-tiba sekitar tiga orang yang diduga merupakan kelompok pengendara motor yang sebelumnya berpapasan dengan korban datang ke lokasi.

“Mereka datang menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku langsung turun dan menyerang korban menggunakan senjata tajam. Kejadiannya sangat cepat,” katanya.

Melihat rekannya diserang, sejumlah teman korban berusaha mengejar para pelaku. Namun, para pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan warga maupun rekan korban.

Akibat serangan tersebut, AL mengalami sejumlah luka tusuk dan langsung terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dilarikan oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah sempat mendatangi beberapa fasilitas kesehatan terdekat, korban akhirnya mendapat penanganan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batam.

BACA JUGA:  SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni, Rudi Panjaitan: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

Dokter jaga yang menangani korban menjelaskan bahwa korban tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis akibat mengalami tujuh luka tusuk yang tersebar di bagian punggung, samping tubuh, dan lengan.

“Korban masih menjalani perawatan intensif dan memerlukan tindakan operasi yang akan dilakukan oleh dokter bedah,” ujar salah seorang tenaga medis yang menangani korban.

Sementara itu, anggota Unit Reskrim Polsek Batam Kota telah mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batam untuk meminta keterangan awal dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB, orang tua korban Amrullah, melaporkan peristiwa itu ke Polsek Batam Kota. Laporan diterima oleh Brigadir Polisi Pondra dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di ruang penyidik Reskrim,” katanya.

BACA JUGA:  Terima Kunjungan DPRD DKI, Li Claudia Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam dan Rencana Ubah Sampah Jadi Energi

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku dan motif pasti penyerangan tersebut.

Selain itu, penyidik masih menunggu hasil visum dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batam sebagai bagian dari kelengkapan berkas penyelidikan.

Amrullah yang berkerja di salah satu media di Batam  berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi AL masih dalam perawatan intensif setelah menjalani operasi Jam 09.00 pagi di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batam, sementara aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri keberadaan para pelaku yang melarikan diri usai melakukan penyerangan. (amr)