SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Ekonomi Headline Nasional

Diskusi Soal Potensi Ekonomi, Ini Masukan Ketum JMSI Pada Ketua KADIN Jabar

Ketua JMSI, Teguh Santosa (kiri) saat berdiskusi dengan ketua KADIN jawa barat cucu sutara.

AriraNews.com, BANDUNG — Dengan segala potensi yang dimiliki, SDA maupun SDM, Indonesia berpeluang besar menjadi pemain ekonomi utama di kawasan dan bahkan dunia. Syarat utamanya, produktifitas nasional harus dipacu semaksimal mungkin.

Menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan di kalangan generasi muda juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Demikian antara lain kesimpulan dari pembicaraan antara Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat Cucu Sutara dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa, di Bandung, Jawa Barat, Senin malam (15/8/2022).

Teguh secara khusus memenuhi undangan Cucu di sebuah kafe di Jalan L.L. R.E. Martadinata, Bandung. Ketua JMSI Jabar Sony Fitrah juga hadir dalam pertemuan yang membahas berbagai isu seputar produktifitas nasional dan peluang perdagangan internasional.

Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jefridin Ajak Anggota Amalkan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma

Pembicaraan yang berlangsung serius tapi santai itu dibuka Cucu dengan menguraikan berbagai produk unggulan dari Jawa Barat yang berpotensi menembus pasar internasional. Mulai dari produk tekstil, holtikultura, hingga produk-produk berbasis teknologi.

“Kemarin saya bersama Menteri Perdagangan (Zulkifli Hasan) melepas ekspor benang produksi Sumedang ke lima negara,” kata dia.

Diakui Cucu hingga kini daya saing banyak produk tekstil Indonesia masih kalah dari negara-negara pesaing.

“Bayangkan kita memproduksi satu produk dengan modal 10. Jika ditambah margin tentu dijual 15. Sementara pesaing kita bisa menjual dengan dengan harga 10,” ungkapnya memberi pemisalan.

Selain masalah struktur industri, ujar Cucu, masih banyak masalah kebijakan dan isu sosiologis yang membuat industri di tanah air tidak efesien.

“Makanya wajar jika banyak pengusaha lebih memilih jadi pedagang daripada industrialis,” sebutnya.

Bank Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular, Limbah Racik Uang Kertas Kini Diolah UMKM

Sementara itu, Teguh Santosa, selain membicarakan strategi peningkatan produktifitas nasional, juga menyinggung kebutuhan pengusaha, khususnya yang bergerak di sektor UMKM, untuk memahami prosedur ekspor impor.

Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, kata dosen hubungan internasional UIN Jakarta ini, pemerintah juga perlu lebih sistematis dan konsisten dalam mengintegrasikan produk-produk koperasi serta UMKM ke dalam global chain.

Teguh juga menggarisbawahi soal pentingnya menciptakan lebih banyak pelaku wirausaha dan mendorong para pengusaha untuk menciptakan cabang industri baru berbasis inovasi agar produk-produk Indonesia lebih beragam dan memiliki keunggulan kompetitif maupun komparatif.

“Oleh karena itu, saya titip agar anggota JMSI Jabar diberi kesempatan belajar entrepreneurship dari Pak Cucu dan rekan-rekan di KADIN Jabar,” ujar Teguh yang juga Wakil Sekjen bidang Luar Negeri dan Investasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Terlepas dari banyaknya permasalahan yang dihadapi, Teguh menilai ada beberapa sektor yang berpeluang untuk menembus dan merajai pasar internasional.

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, MDR QRIS 0% Diperluas

Jika jeli melihat peluang, lanjutnya, Indonesia sungguh dapat merajai pasar global.(*/emr)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Pengamanan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang: Petugas Hormati Aspirasi dan Jaga Privasi Warga

02

80 Peserta dari Johor Siap Ramaikan Rally Wisata 2026, Jelajahi Destinasi Batam

03

Perkuat Literasi di Daerah Kepulauan, Natuna Kejar 30 Persen Perpustakaan Terakreditasi

04

Geografis Kepulauan Jadi Tantangan, Natuna Perluas Akses Literasi Lewat Akreditasi Perpustakaan