Natuna, Ariranews.com – Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Natuna tumbuh 52,6 persen pada 2025. Di tengah pertumbuhan tersebut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai sekitar Rp77 miliar, namun jumlah debiturnya justru turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyampaikan data tersebut dalam pemaparannya di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Kamis (1/10/2026).
Sinar mengatakan, penyaluran KUR di Natuna sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp77 miliar dengan jumlah 1.444 debitur.
“Untuk KUR di Natuna, tahun 2025 mencapai Rp77 miliar untuk penyaluran KUR, dengan jumlah debitur 1.444 debitur,” ujar Sinar.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencatat sekitar 1.500 debitur. Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses pembiayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Kita berharap 2026 bisa meningkat jumlah debitur KUR di Natuna,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan kredit UMKM di Natuna menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan. Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, kredit UMKM tumbuh sekitar 52,6 persen dengan tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sekitar 4,4 persen.
Dari total portofolio kredit perbankan di Natuna, sekitar 27 persen disalurkan kepada sektor UMKM.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kredit mikro dan usaha kecil. Kredit mikro tercatat tumbuh sekitar 31 persen, sedangkan kredit kepada usaha kecil meningkat hingga 97 persen.
Sementara kredit untuk usaha menengah mengalami penurunan sekitar 10 persen.
Sinar menjelaskan, pertumbuhan kredit UMKM perlu diikuti dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan dan pembiayaan sektor keuangan.
Menurutnya, lembaga jasa keuangan tidak hanya perlu menyasar pelaku usaha yang telah memiliki potensi bisnis, tetapi juga masyarakat yang masih membutuhkan pendampingan agar dapat mengakses pembiayaan produktif.
“Di TPAKD ini kita juga mendorong lembaga jasa keuangan masuk ke masyarakat yang termarginalkan,” ujarnya.
Selain KUR, pembiayaan ultra mikro (UMi) di Natuna juga mengalami peningkatan. Jumlah debitur UMi naik dari sekitar 160 debitur pada 2024 menjadi 460 debitur pada 2025.
Nilai penyalurannya turut meningkat dari sekitar Rp800 juta pada 2024 menjadi sekitar Rp1,9 miliar pada 2025.
Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan akses masyarakat Natuna terhadap berbagai skema pembiayaan produktif, meskipun perluasan penerima KUR masih menjadi perhatian.
OJK berharap kolaborasi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, perbankan, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat agar akses pembiayaan semakin luas dan mampu menopang pertumbuhan UMKM serta perekonomian Natuna.
(Dod)




