AriraNews.com, JOHOR BAHRU — Deru kendaraan mulai terdengar dari kawasan Danga Park, Danga Bay, Jumat (2/10/2026) pagi. Puluhan pelaku industri pariwisata dari Johor dan Batam bersiap memulai perjalanan menyusuri sejumlah destinasi wisata di Johor dalam gelaran Jom Jelajah Johor 2026.
Selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026, para peserta yang terdiri dari pelaku pariwisata dan agen perjalanan tidak sekadar diajak berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya. Mereka juga membawa misi mempererat hubungan pariwisata antara Johor dan Batam melalui perjalanan, pertukaran pengalaman, serta promosi destinasi lintas negara.

Kegiatan yang digelar Jom Stay Asia dengan dukungan Tourism Johor itu secara resmi dimulai dari Danga Park. Pelepasan peserta dihadiri perwakilan Tourism Johor, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor, Sigit Suryantoro Widiyanto, serta Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata.
Dari tepi Danga Bay, rombongan bergerak menuju kawasan Kluang. Perjalanan pun berubah menjadi semacam perjalanan wisata darat—menikmati lanskap Johor sembari singgah di sejumlah destinasi yang memperlihatkan sisi lain negeri bagian di selatan Malaysia ini.

Persinggahan pertama adalah AW Potteri, pusat kerajinan tangan yang memperkenalkan tembikar tradisional. Di tempat ini, peserta dapat melihat lebih dekat proses dan kreativitas di balik kerajinan berbasis tanah liat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya setempat.
Perjalanan berlanjut ke UK Agro Farm, sebelum rombongan menuju Dataran Klasik Kluang yang tengah menggelar Festival Kopi Kluang.
Aroma kopi menjadi bagian lain dari perjalanan hari pertama. Festival tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menikmati sekaligus mengenal potensi kopi lokal yang berkembang di Kluang.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Rumah Seni, masih di wilayah Kluang. Destinasi ini menjadi salah satu titik yang memperlihatkan bagaimana seni dan kreativitas menjadi bagian dari daya tarik wisata Johor.
Setelah seharian menjelajah Kluang, rombongan kemudian kembali bergerak menuju kawasan Puteri Harbour, Johor Bahru. Hari pertama Jom Jelajah Johor 2026 berakhir di Hotel Trinidad Suite, yang menjadi tempat peserta menginap.
Memperkuat hubungan Johor-Batam
Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan kegiatan seperti Jom Jelajah Johor memiliki arti penting bagi hubungan pariwisata antara Johor dan Batam.
Menurutnya, kunjungan wisatawan dari Johor ke Batam juga menunjukkan hubungan yang semakin erat antara kedua wilayah.

Ia menyebut Batam banyak belajar dari perkembangan Johor, termasuk dalam pembangunan kawasan, infrastruktur pariwisata, hotel, hingga pengembangan destinasi.
“Batam banyak kita meniru apa yang dibangun dari Johor dan kita bawa ke Batam,” ujar Ardiwinata.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti di Jom Jelajah Johor. Menurutnya, kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi Jom Jelajah Batam, Jom Jelajah Kepri, bahkan Jom Jelajah Indonesia.
Ardiwinata juga menyampaikan bahwa wisatawan asal Johor dan Malaysia merupakan salah satu pasar penting bagi Batam. Ia berharap hubungan pariwisata yang terbangun melalui kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua wilayah.
Pengarah Jom Stay Asia, Mohd Fairuz Iskandar, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai perjalanan wisata yang memperkenalkan peserta kepada berbagai destinasi, kuliner dan pengalaman wisata di Johor.
Selain menjelajah Kluang pada hari pertama, rangkaian perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah destinasi di wilayah Johor Bahru pada hari berikutnya.
Peserta juga dijadwalkan menikmati beragam kuliner, termasuk makanan Indonesia dan Malaysia, sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.
Bagi Fairuz, perjalanan ini bukan hanya soal membawa wisatawan dari satu tempat ke tempat lain.
Dukungan dari Tourism Johor dan pihak pariwisata Batam menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan promosi pariwisata kedua wilayah.
Mengadopsi konsep Family Rally Wisata
Menariknya, Jom Jelajah Johor 2026 juga memiliki cerita tersendiri. Menurut Surya Wijaya, Owner Abhi Keenan Wisata, konsep kegiatan tersebut mengadopsi kegiatan Family Rally Wisata yang sebelumnya digelar di Batam.
Konsep perjalanan menggunakan kendaraan dengan mengunjungi berbagai destinasi itu kemudian dikembangkan dalam format Jom Jelajah Johor.
“Jom Jelajah Johor ini adalah mengadopsi event yang dibuat di Batam, yaitu Family Rally Wisata,” kata Surya.

Menurutnya, antusiasme terhadap kegiatan tersebut menunjukkan adanya peluang untuk mengembangkan konsep perjalanan wisata lintas wilayah dalam skala yang lebih besar.
Ia menyebut rencana pengembangan kegiatan pada 2027 bahkan diarahkan untuk membawa konsep Family Rally Wisata ke Kepulauan Riau.
Harapannya, perjalanan wisata tersebut tidak hanya menjadi aktivitas bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di destinasi yang dikunjungi.
Pada akhirnya, Jom Jelajah Johor 2026 bukan sekadar perjalanan tiga hari melintasi sejumlah destinasi. Dari kerajinan tembikar di Kluang, aroma kopi di sebuah festival, hingga seni dan kuliner, perjalanan ini memperlihatkan bahwa pariwisata dapat menjadi ruang untuk saling mengenal.
Johor dan Batam memang dipisahkan oleh batas negara. Namun, di sepanjang perjalanan, keduanya dipertemukan oleh sesuatu yang jauh lebih sederhana: wisata, budaya, makanan, dan keinginan untuk terus berkunjung satu sama lain. (emr)




