Natuna, AriraNews.com — Dua personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil lolos seleksi tingkat nasional dan terpilih menjadi bagian dari Basarnas Special Group (BSG) IV, tim khusus yang dipersiapkan untuk menghadapi operasi pencarian dan pertolongan dengan tingkat kesulitan serta risiko tinggi.
Kedua personel tersebut adalah Reza Aditya dan M. Hafazho Satyaji. Keduanya akan mengikuti pendidikan dan pemusatan latihan bersama 58 personel lainnya dari berbagai Kantor SAR di Indonesia di Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Cariu, Bogor, Jawa Barat.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., mengapresiasi keberhasilan kedua personel tersebut melewati tahapan seleksi nasional.
“Selamat ya, kamu bisa ikut bergabung. Luar biasa, tetap fokus. Pesan saya berikan yang terbaik. Saya akan doakan dan pantau kalian terus,” ujar Abdul Rahman, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Abdul Rahman, keberadaan Basarnas Special Group menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan Basarnas menghadapi operasi SAR yang membutuhkan keterampilan, ketahanan, dan kesiapan khusus.
“BSG adalah garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Mereka harus profesional, modern, dan teruji,” katanya.
Ia menilai keberhasilan dua personel SAR Natuna tersebut menjadi capaian penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kantor SAR Natuna.
“Lolosnya dua personel kita menjadi bukti bahwa SDM Natuna mampu bersaing di tingkat nasional dan siap menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan dan perbatasan,” tegasnya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, Reza Aditya dan M. Hafazho Satyaji akan menjalani pendidikan serta pemusatan latihan sebagai bagian dari proses pembentukan personel Basarnas Special Group IV.
Keikutsertaan keduanya diharapkan menjadi motivasi bagi personel SAR Natuna lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan.
Kantor SAR Natuna juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia guna memperkuat kesiapsiagaan operasi SAR, khususnya dalam menghadapi karakteristik wilayah kepulauan dan perbatasan.
(Dod)




