Jelang Ramadan, Pemko Batam Pastikan Distribusi Air Tak Terganggu

Avatar photo
Amsakar Achmad.

AriraNews.com, BATAM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi penurunan debit air yang terjadi di Batam.

Menurut Amsakar, upaya pertama yang dilakukan adalah pelebaran dan pembersihan sumber air. Selain itu, pemerintah juga fokus pada kelancaran distribusi air kepada masyarakat.

“Tahun ini ada sembilan kegiatan terkait debit air. Dari 18 stres area yang ada, baru sembilan yang bisa kami anggarkan bersama Ibu Wakil. Tahun depan akan kita perbaiki lagi,” ujar Amsakar.

BACA JUGA:  Rutan Batam Sita Sejumlah Benda Terlarang Saat Razia Kamar Warga Binaan

Untuk solusi jangka pendek, Pemko Batam telah menambah armada distribusi air. Jika sebelumnya tersedia 21 armada dengan kebutuhan ideal 32 unit, kini jumlahnya telah ditingkatkan menjadi 34 armada.

“Sekarang 34 armada kita sewakan semua. Walaupun armada air ini terbatas, kita kreasikan lagi dengan memasang tandon di atasnya,” jelasnya.

Sebanyak 34 armada tersebut dikerahkan untuk mendistribusikan air ke 18 titik stres area, dengan target pengiriman ke 100 tandon setiap harinya.

BACA JUGA:  BP Batam Pulihkan Bekas Tambang Pasir Ilegal, Perusak Lingkungan Akan Diberi Sanksi Tegas

Amsakar menegaskan, dirinya bersama Wakil Wali Kota telah menggelar rapat maraton untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya minta memasuki bulan suci Ramadan jangan lagi ada gangguan kebutuhan air terhadap warga. Walaupun ini langkah konvensional dan solusi jangka pendek, sambil kita memperbaiki solusi jangka panjang,” tegasnya.

Ia mengakui solusi sementara ini belum sepenuhnya maksimal. Pasalnya, kebutuhan masyarakat terus meningkat.

BACA JUGA:  Grand Mercure Batam Centre Rayakan Anniversary Pertama dengan Aksi Donor Darah

“Kadang kita antar tiga, mintanya empat. Sudah kita penuhi empat, bisa jadi ke depan mintanya lima karena kebutuhan makin tinggi,” katanya.

Meski demikian, Amsakar berharap langkah-langkah yang telah dilakukan dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dengan lancar tanpa terkendala kebutuhan air bersih.

“Mudah-mudahan dengan solusi jangka pendek ini, ibadah kita bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (emr)