Batam  

Ini Penyebab Revitalisasi Masjid Agung Batam Molor

Avatar photo
Revitalisasi Masjid Agung Batam yang molor terus dikebut pengerjaannya.

AriraNews.com, Batam – Penyelesaian revitalisasi Masjid Agung Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) molor dari rencana. Hal ini diakui oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di sela-sela pelepasan calon jemaah haji, Selasa (7/5/2024).

“Mohon doanya bapak/ibu agar masjid kita ini bisa segera selesai. Bapak Ibu pulang dari tanah suci sudah bisa diresmikan,” kata Rudi.

Saat dikonfirmasi, keterlamabatan penyelesaian revitalisasi Masjid Agung Batam Center ini dikarenakan material yang harus di pesan dari luar Kota Batam.

“Iya (terlambat). Mungkin karena material,” kata pria yang menjabat sebagai Kepala BP Batam ini.

Diakuinya rata-rata material bangunan yang digunakan harus dicetak. Karena di Kota Batam tidak ada, sehingga harus dipesa dari luar kota Batam, tapi masih dari Indonesia.

BACA JUGA:  Peringati Hari Bumi 2026, Amsakar: Jadikan Tanjung Banun yang Sejuk dan Nyaman

“Di Batam tak ada,” katanya.

Selain material, Rudi menilai ada faktor lain. Yakni tenaga dan hati yang ikhlas dalam bekerja. Kendati demikian, Rudi menargetkan penyelesaian Masjid Agung Batam Center bisa selesai dengan cepat.

“Secepat mungkin kita selesaikan,” kata Rudi.

Seharusnya, kata Rudi, sejak Maret 2024 lalu harus sudah selesai. Pasalnya persoalan anggaran pembangunan tidak ada masalah, karena sudah uangnya sudah disiapkan untuk pengerjaan tahun jamak.

“Mereka minta sampai Mei ini,” katanya.

Di awal rencana pembangunan kembali bangunan Masjid Agung ini, Rudi sudah menegaskan untuk ketepatan waktu, dan kualitas bahan yang digunakan. Pemko Batam awalnya menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp209 miliar. PT Adhi Karya berhasil menang lelang dengan nilai Rp167 miliar.

BACA JUGA:  ASPPI Bintan–Tanjungpinang Resmi Terbentuk, Siap Genjot Pariwisata Berbasis Digital

Rudi mengatakan revitalisasi ini diharapkan bisa berjalan dengan perencanaan yang matang. Masjid ini merupakan salah satu bangunan yang berada di pusat kota, dan menjadi tempat ibadah di area perkantoran Batam.

“Saya ingin kontruksi berjalan baik. Terutama terkait saluran air tolong diperhatikan. Saya tidak ingin bangunan masjid ini baru selesai dibangun tapi sudah ada yang bocor, keramik pecah, dan saluran airnya tidak lancar,” tegas Rudi usai mendengar paparan dari PT Adhi Karya beberapa waktu lalu.

Rudi menyebutkan dari pagu anggaran Rp 209 miliar, PT Adhi Karya memenangkan proyek dengan nilai Rp 167 miliar lebih. Ini artinya terdapat kurang lebih Rp 40 miliar yang dihilangkan dari pagu anggaran yang dibuat Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam.

BACA JUGA:  Ardiwinata Berikan Pembekalan Pada Anggota Asosiasi Pramuwisata Madani

“Ini akan menjadi masjid kedua di Pemko Batam, dan ketiga setelah masjid Tanjak. Saya harus mengakui konstruksi masjid tanjak jauh lebih baik dari masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Ini harus menjadi perhatian ketika memulai konstruksi proyek,” ujarnya.

Ia akan memantau dan mengawasi langsung pelaksanaan revitalisasi ini. Ia berharap tidak ada penurunan kualitas terhadap kontruksi nantinya. Untuk itu, Rudi meminta kepada PT Adhi Karya untuk betul-betul dalam melaksanakan proyek ini.

“Jangan sampai di tengah jalan nanti tidak sesuai dengan rencana. Saya minta PPTK yang bertanggung jawab mengawasi betul jalannya proyek ini. Jangan sampai baru dibangun nanti keramik sudah pecah, air sudah merembes. Ini tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.(oma)