SAR Natuna Tanamkan Kesadaran Keselamatan Laut kepada Generasi Pesisir

Personel SAR Natuna saat memberi edukasi keselamatan di laut kepada siswa-siswi SD IT Ranai di Pantai Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan.

Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna terus berupaya menanamkan kesadaran keselamatan laut kepada generasi muda di wilayah kepulauan. Melalui kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif, SAR Natuna membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar keselamatan di perairan sebagai bekal penting bagi masyarakat pesisir.

Upaya tersebut dilakukan saat mendampingi kegiatan Rihlah Tarbiyah SD IT Ranai di Pantai Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Selain memastikan keamanan peserta selama beraktivitas di pantai, personel SAR Natuna juga memberikan edukasi tentang keselamatan air dan langkah penanganan awal saat menghadapi kondisi darurat.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya hadir untuk mendukung sekaligus mengawasi kegiatan yang melibatkan puluhan siswa tersebut agar berlangsung aman dan tertib.

BACA JUGA:  Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Natuna Sediakan Sembako Bersubsidi di Bunguran Utara

“Kami diminta mendukung dan mengawasi aktivitas siswa di pantai. Personel hadir dengan pakaian dan peralatan lengkap untuk memastikan keselamatan di air,” ujar Abdul Rahman.

Menurutnya, edukasi keselamatan laut perlu diberikan sejak usia dini mengingat Natuna merupakan daerah kepulauan yang kehidupan masyarakatnya sangat dekat dengan laut. Pengetahuan dasar mengenai keselamatan di perairan dinilai penting untuk membentuk karakter generasi yang lebih peduli terhadap risiko dan keselamatan diri.

Dalam kesempatan itu, siswa diperkenalkan pada prinsip-prinsip keselamatan saat berada di lingkungan perairan. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan diri serta tidak melakukan tindakan penyelamatan tanpa mempertimbangkan risiko yang ada.

BACA JUGA:  Dari Sampah Menjadi Karya, Lanud RSA Tanamkan Kesadaran Lingkungan di Wilayah Perbatasan

Abdul Rahman menjelaskan, dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan, keselamatan penolong selalu menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami metode penyelamatan yang benar dengan menilai tingkat risiko dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

Sebagai wilayah terdepan, terluar, dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, Natuna memiliki tantangan tersendiri dalam membangun budaya keselamatan laut. Kondisi geografis yang didominasi perairan menjadikan edukasi keselamatan sebagai kebutuhan yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat.

“Posisi Natuna di ujung utara membuat edukasi keselamatan laut bukan pilihan. Dengan gugusan pulau dan laut seluas itu, pengetahuan menjadi pelampung utama bagi masyarakat,” kata Abdul Rahman.

BACA JUGA:  Dari Lapangan Hijau ke Tugas Negara, SAR Natuna dan Lanud RSA Perkuat Sinergi Penjaga Perbatasan

Ia menambahkan, SAR Natuna berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi keselamatan kepada pelajar, komunitas, organisasi, maupun instansi di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk generasi pesisir yang lebih sadar, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko di laut.

Kegiatan Rihlah Tarbiyah SD IT Ranai di Pantai Cemaga berlangsung aman hingga seluruh rangkaian acara selesai. Kehadiran SAR Natuna tidak hanya memberikan rasa aman bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang menanamkan pentingnya budaya keselamatan laut sejak dini.
(Dod)