Ombudsman Kepri Minta PLN Batam Prioritaskan Daya Listrik Bagi Masyarakat

Avatar photo

AriraNews.com, BATAM – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, melakukan sidak ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Punggur, Nongsa, Batam, Jumat (14/5/2022) siang.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Siadari mengatakan sidak tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi salah satu pembangkit yang memasok daya untuk PLN Batam.

Pasalnya, belakangan ini terjadi pemadam listrik bergilir di kota Batam akibat kurangnya suplai daya karena adanya pemeliharaan rutin pada salah satu pembangkit di PLTU Tanjung Kasam tersebut.

Sidak dilakukan bersama Tim Keasistenan Pencegahan Maladministrasi.

BACA JUGA:  Warga RW 13 Pancur Baru Harap Perbaikan Jalan dan Drainase Saat Reses, Taba Iskandar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Informasi yang kami dapat, PLN sebenarnya telah berupaya meminimalisir penggunaan daya listrik di beberapa kawasan Industri dengan menggunakan genset, namun karena masih kurang jadi berdampak ke masyarakat,” kata Lagat.

Sidak tersebut, disampaikan Lagat Siadari, untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus melihat progress pemeliharaan rutin yang saat ini masih berlangsung.

“Kita sudah diinformasikan bahwa pemeliharaannya akan berlangsung pada tanggal 7-19 Mei 2022, nah kita sidak untuk mengetahui progress nya sudah sampai mana,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, tim dari Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau menemui jajaran direksi PLTU Tanjung Kasam.

BACA JUGA:  Ascott Hotels Regional Batam Bersatu dengan Komunitas Lokal dalam "Aksi Bersih" Menyambut Hari Bumi 2026

Disampaikan Sinardi, Direktur Teknik PLTU Tanjung Kasam, saat ini PLTU Tanjung Kasam memiliki 2 pembangkit, salah satu mesin pembangkit dengan daya 1X25 Mega Watt (MW) sedang dalam pemeliharaan rutin untuk mencegah kerusakan total.

“Kami lakukan pemeliharaan rutin ini 2 kali dalam setahun. Ini sudah kewajiban yang harus dijalankan, jika tidak nanti akan terjadi kerusakan total, yang menyebabkan kerugian lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, seharusnya pemeliharaan ini dilakukan pada Maret 2022, namun terkendala adanya pembangkit lain di daerah Panaran yang mengalami masalah sehingga memaksa pemeliharaan rutin pembangkit yang ada di PLTU Tanjung Kasam ditunda hingga Mei 2022.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Vista Selesai, Kembali Dapat Dilalui Pengendara

Menutup pertemuan tersebut, Lagat Siadari menyampaikan 3 hal yang diharapkan dapat menjadi perhatian PLN Batam. Pertama pastikan jadwal pemeliharaan rutin sehingga tidak mengganggu pasokan daya listrik di Batam. Kedua, masyarakat harus diinformasikan kapan pemadaman listrik terjadi dan apa penyebabnya.

“Yang terakhir, kami harap PLN memprioritaskan masyarakat dengan mengurangi penggunaan daya listrik di sektor industri dan memperluas serta mempertahankan daya listrik di masyarakat,” sarannya.(***)