Nasib Calon Siswa SMU yang Belum Tertampung, Wagub Marlin: Tunggu Senin Jawabannya

Ariranews.com, Batam – Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina meminta orang tua calon siswa yang belum diterima di sekolah SLTA Negeri agar bersabar. Contohnya di SMU 3 Batam. Pemerintah Provinsi Kepri akan mencarikan jalan terbaik. Pasalnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah memberikan pendidikan bagi anak-anak di Kepri.

“Yakin dan percayalah  dalam waktu dekat ini akan terselesaikan,” kata Marlin, saat dijumpai usai meninjau vaksinasi pelajar Batam yang digelar di Vihara Maitreya, Seipanas, Batam Kota, Jumat (23/7/2021) siang.

Dikatakan Marlin, pada Senin depan dia akan bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kepri untuk membicarakan hal tersebut.

BACA JUGA:   31 Hotel Jaringan TAUZIA Hotels Terima Penghargaan Travelers’ Choice Awards 2021

Menurut Marlin, sebagian masalah peserta didik baru tersebut sudah dapat diselesaikan. Di antara solusinya dengan menitipkan siswa yang belum tertampung ke sekolah setingkat lainnya.

Sebagai contoh, ratusan calon siswa SMA Negeri 3 Batam hingga saat ini masih belum tertampung. Padahal proses belajar dan mengajar sekolah yang terletak di Kecamatan Batam Kota, Batam itu sudah berjalan kurang lebih dua minggu.

“Anak-anak kami belum diterima, pihak sekolah ngakunya tak punya wewenang, kepala dinas pun jawabnya tunggu instruksi gubernur, ” Ungkap Eli, salah seorang calon wali murid SMA Negeri 3 Batam.

BACA JUGA:   Wagub Kepri Marlin Agustina Tinjau Vaksinasi Kedua Pelaku UMKM

Padahal kata Eli jarak rumahnya dengan SMA Negeri 3 hanya sekitar 1 Kilometer.

Saat pendaftaran online yang berpatokan pada zonasi, ia mendaftar pilihan pertama SMA Negeri 3 dan pilihan Kedua SMA Negeri 26 yang ada di kawasan Botania 1.

Namun saat pengumuman, Eli terkejut, pasalnya nama anaknya bukannya masuk di SMA Negeri 3 maupun SMA Negeri 26, tapi malah terpental ke SMA Negeri 15 yang berdomisili di Batubesar, Kecamatan Nongsa.

BACA JUGA:   Berharap Pariwisata Bangkit Kembali, Wagub Marlin Hadiri Lomba Tumpeng Merah Putih

“Dari rumah saya ke sekolah itu (SMAN 15) jaraknya hampir 6 Kilometer, terus itu jalur kendaraan berat, lori, macam mana mau saya lepas anak saya tiap pagi ke sekolah, tak tega saya,” kata Eli.

Ia sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak sekolah, namun hingga saat ini tidak ada jawaban yang pasti.

“Disuruh sabar terus, sementara anak kami belum sekolah, Anak-anak yang lain sudah pada masuk,” sebutnya.(emr)