banner 728x90

Wakil Ketua II DPRD Batam Yunus Muda Hadiri Musrenbang RJPD Kota Batam 2025-2045

Muhammad Yunus Muda, SE bersama Firmansyah, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemko Batam. Yunus Muda hadir dalam Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Batam Tahun 2025 - 2045.(foto/istimewa)

AriraNews.com, Batam – Musrenbang RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kota Batam Tahun 2025-2045 dibuka Wali Kota Batam yang dalam hal ini diwakilkan oleh Firmansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Selasa (2/4/204).

Kegiatan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam Lt 4, Aula Engku Hamidah, dan turut dihadiri oleh Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, serta seluruh stakeholder masyarakat seperti  Forkopimda, BP Batam, Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, Akademisi, Generasi Melenial dan lainya.

Pemerintah Kota Batam menyusun rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) periode 2025-2045. Pembangunan untuk 20 tahun ke depan meliputi pembangunan indeks pembangunan manusia, infrastruktur, pariwisata, hingga mencakup tenaga kerja.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Firmansyah mengatakan pembangunan yang berjalan selama ini tidak saja dipusatkan di satu wilayah, Pemko Batam membangun merata dari pesisir hingga perkotaan.

BACA JUGA:   Ruslan Ali Wasyim: Nongsa Siap Sumbang Suara Terbesar Untuk AMAN

“Dasar perencanaan ini adalah evaluasi pembangunan 2005-2025 akan menjadi pertimbangan penyusunan rencana 2025-2045 mendatang,” kata dia usai membuka Musrenbang.

Pemerintah Kota Batam menyusun rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) periode 2025-2045. Pembangunan untuk 20 tahun ke depan meliputi pembangunan indeks pembangunan manusia, infrastruktur, pariwisata, hingga mencakup tenaga kerja.

Kolaborasi di lingkungan pemerintah, dan pemangku kebijakan serta masyarakat dalam mewujudkan mimpi Kota Batam 20 tahun ke depan yakni Batam Kota Madani sebagai hub logistik internasional yang maju dan berkelanjutan.

“Hari ini kita melakukan musyawarah untuk mewujudkan visi dan misi Kota Batam 20 tahun ke depan melalui pembahasan RPJPD Kota Batam 2025-2045,” ujarnya.

Firmasnyah mengajak seluruh masyarakat kota Batam dan pihak terkait untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara langsung mewujudkan visi dan misi Kota Batam yang sejalan dengan visi dan misi nasional dan provinsi, khususnya visi Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:   Ria Saptarika Dukung Isdianto

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam pada tahun 2023 lalu sebesar 82,64, masuk pada kategori sangat tinggi, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 7,04 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) mencatatkan realisasi ekspor pada 2023 sebesar USD 14,6 miliar.

“Semoga dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan saat ini seperti seperti penataan dan pelebaran ruas jalan utama dapat terus berkelanjutan,” sebutnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batam, Dahlina Nopilawati mengungkapkan, ada 7 isu strategis yang tertuang dalam RPJD Kota Batam tahun 2025 2045, di antaranya yakni, transformasi ekonomi berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang modern dan optimalisasi bonus demografi sebagai kesempatan peningkatan akselerasi pembangunan.

BACA JUGA:   Harlah Perpat, HM Rudi Ajak Muda Perpat Asah Kreativitas dan Berinovasi

“Kemudian, peningkatan pemerataan kesejahteraan masyarakat, perwujudan good governance, ketahanan ekologi menuju pembangunan yang madani dan ketujuh yakni mewujudkan SDM yang berakhlak dan berbudaya,” kata Dahlina.

Dahlina menambahkan, ada lima misi yang telah dirumuskan guna mendukung visi RPJPD Kota Batam. Pertama, mewujudkan transformasi ekonomi yang maju dan inklusif. Kedua, mewujudkan sarana dan prasarana yang berkualitas, merata dan berkeadilan.

Selanjutnya, mewujudkan transformasi sosial menuju masyarakat yang unggul dan berdaya saing. Keempat, mewujudkan transformasi tata kelola menuju good governance. “Kelima mewujudkan ketahanan sosial, budaya dan ekologi,” tutupnya. (***)