banner 728x90

Ketua DPRD Batam Nuryanto Apresiasi Batam Wonderfood & Art 2024

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto (kanan) bersalaman dengan Menparekraf Sandiaga Uno saat penutupan Batam Wonderfood & Art di Taman Dang Anom, Sabtu (31/3/2024). FOTO/HUMPRO DPRD.

AriraNews.com, Batam – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto SH MH mengapresiasi iven Batam Wonderfood & Art yang ditutup Menparekraf Sandiaga Uno, Minggu (31/3/2024) malam. Dia berharap agenda tahunan tersebut dapat terus mendorong pertumbuhan dan kemajuan UMKM di Kota Batam khususnya kuliner.

“Alhamdulillah, malam ini penutupan Batam Wonderfood & Art yang diselenggarakan setiap Ramadhan. Kegiatan seperti ini perlu diapresiasi karena menggerakkan roda perekonomian terutama UMKM di bulan Ramadhan,” ungkap Nuryanto saat menghadiri acara penutupan tersebut.

BACA JUGA:   Jumat Berkah, Polsek Bengkong Salurkan Sembako Pada Warga Kurang Mampu

Dia pun menganggap bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di Kota Batam. Kegiatan dalam bentuk bazaar makanan dan minuman itu senantiasa ramai dikunjungi warga yang mencari takjil buka puasa.

“Apalagi kegiatan ini sudah berlangsung sejak lima tahun lalu dan telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kita harapkan iven ini terus berkembang kemasan dan daya tariknya bagi pengunjung baik dalam maupun luar negeri,” harap pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

BACA JUGA:   Sport Tourism Menggeliat, Batam Golf Beyond Tournament Bakal Diikuti 300 Atlet Mancanegara

Iven Batam Wonderfood & Art Ramadhan berlangsung selama 22 hari di bulan Ramadan tersebut dipusatkan di Taman Dang Anom, Batam. Dalam sambutannya, Menteri Sandiaga Uno menyoroti pentingnya peran kuliner dalam pariwisata.

“Tren ‘takjil war’ di Jakarta menunjukkan betapa kuliner dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Ini kita harapkan berkembang juga di semua daerah,” katanya.

BACA JUGA:   BKN Perpanjang Penugasan PNS Kementerian di BP Batam

Sandiaga juga menambahkan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat keuntungan signifikan dari tren wisata kuliner, dengan 63 persen wisatawan yang berkunjung ke suatu kota adalah pecinta kuliner. Dia juga menekankan pentingnya storynomics, sebuah pendekatan naratif dan kreatif yang menjadi roh destinasi wisata.(***)