Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Onesmus Gede Rai Aryadi bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA Ny. Marni Onesmus Pasaribu mengunjungi sentra keramba ikan di Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat pesisir sekaligus melihat langsung potensi budidaya ikan laut yang berkembang di wilayah Sedanau, khususnya ikan Napoleon dan ikan kerapu yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat.
Dalam agenda tersebut, Danlanud RSA berdialog langsung dengan Nato, tokoh masyarakat sekaligus penggerak ekonomi warga Sedanau, terkait kondisi usaha budidaya ikan laut serta tantangan yang dihadapi para nelayan dan pembudidaya di wilayah pesisir Natuna.
Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi menilai budidaya ikan laut di Natuna memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan mampu menjadi sektor strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Natuna memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Budidaya ikan Napoleon dan kerapu ini harus terus didukung karena mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat potensi daerah di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Danlanud RSA.
Ia juga menegaskan, Lanud RSA akan terus membangun pendekatan humanis dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui dukungan terhadap berbagai potensi daerah, termasuk sektor perikanan dan pariwisata.
Selain meninjau keramba ikan, rombongan juga mengunjungi Embung Serbaguna Sedanau serta Pantai Pasir Marus yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan masyarakat Pulau Sedanau.
Kunjungan perdana Danlanud RSA ke Pulau Sedanau turut didampingi para Pejabat Utama Lanud RSA dan pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan sosial dengan masyarakat di wilayah Natuna.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran Danlanud RSA disambut antusias warga sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi ekonomi pesisir dan kemajuan daerah Natuna.
(Dod)









