Sapi Kurban Presiden Berbobot 879 Kilogram Diserahkan ke Pulau Laut

Bupati Natuna Cen Sui Lan saat menyerahkan sapi kurban batuan Presiden RI bobot hampir 900 kilogram.

Ariranews.com, Natuna – Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia dengan bobot 879 kilogram diserahkan ke Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, untuk dibagikan kepada masyarakat di wilayah perbatasan pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi kurban Presiden RI tersebut diserahkan langsung Bupati Natuna, Cen Sui Lan, kepada pengurus Masjid Al-Ihyak Desa Air Payang saat kunjungan kerja di Kecamatan Pulau Laut.

Hewan kurban itu nantinya akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Pulau Laut.

BACA JUGA:  Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Natuna Sediakan Sembako Bersubsidi di Bunguran Utara

Penyaluran sapi kurban Presiden ke wilayah terluar Natuna menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam upaya pemerataan perhatian kepada masyarakat perbatasan dan pulau terluar Indonesia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Wan Syazali, mengatakan sapi bantuan Presiden tersebut merupakan sapi jenis limosin jantan dengan bobot mencapai 879,46 kilogram atau hampir 900 kilogram.

BACA JUGA:  Dari Lapangan Hijau ke Tugas Negara, SAR Natuna dan Lanud RSA Perkuat Sinergi Penjaga Perbatasan

Menurutnya, kondisi hewan kurban telah dipastikan sehat setelah melalui pemeriksaan tim kesehatan hewan DKPP Natuna.

“Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan dan sapi dinyatakan sehat serta layak untuk dijadikan hewan kurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sapi limosin tersebut merupakan ternak lokal hasil pengembangan peternak di Kecamatan Bunguran Timur. Hal itu menunjukkan kualitas peternakan lokal Natuna mampu memenuhi standar hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Natuna Buka 7 Beasiswa Dokter Spesialis, Penerima Wajib Mengabdi 20 Tahun

Selain memiliki nilai ibadah, bantuan hewan kurban tersebut juga menjadi simbol perhatian negara terhadap masyarakat yang berada di wilayah perbatasan dan pulau terluar Indonesia.

Penyaluran sapi kurban Presiden RI ke Pulau Laut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat perbatasan. Bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memperlihatkan keberhasilan peternak lokal Natuna dalam menghasilkan ternak berkualitas yang mampu memenuhi standar nasional.

(Dod)