Jembatan Gantung Jadi Harapan Besar untuk Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi

Sugie Besar, Karimun, ariranews.com- Keberadaan jembatan tidak sekadar sebagai struktur bangunan, melainkan menjadi simbol harapan bagi masyarakat di wilayah perairan dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Hal ini dirasakan mendalam oleh warga Desa Keban dan Desa Niur Permai, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun, yang setiap hari harus bergantung pada sampan atau perahu untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kedua desa yang memiliki potensi unggulan di sektor wisata dan perikanan ini menghadapi kendala besar akibat keterbatasan akses transportasi. Mobilitas masyarakat sangat tergantung pada kondisi cuaca, jika cuaca buruk melanda, roda ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan langsung terhambat bahkan terhenti.

Para pelajar dan guru harus mengarungi lautan menggunakan sampan yang disediakan desa untuk menuntut ilmu. Begitu pula warga yang sakit harus menghadapi risiko yang sama untuk mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.

BACA JUGA:  Mardana Surya Karma Terpilih Aklamasi, Siap Selamatkan Takraw Karimun dari Kepunahan

“Kalau ada ombak besar kami sulit ke sekolah dan terlambat, semoga desa kami bisa dibangun jembatan agar kami bisa pergi sekolah dengan aman dan nyaman,” ujar salah seorang siswa dari salah satu desa tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Raja Machrizal, mengkonfirmasi bahwa Pemerintah Daerah berupaya mendorong pembangunan Jembatan Gantung yang akan menghubungkan kedua desa tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan akan memberikan dampak positif luas.

“Kehadiran jembatan tersebut juga akan berdampak positif untuk mobilitas hasil perikanan, hasil pertanian, pariwisata, barang atau jasa, dan sektor lainnya. Pelayanan masyarakat juga terbantu karena pusat pemerintahan kecamatan berada di Desa Rawa Jaya yang satu pulau dengan Niur Permai, selain itu akan mendorong pembangunan berkeadilan dengan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah untuk kemajuan daerah,” jelas Machrizal.

BACA JUGA:  Merayakan HUT ke-198, Sistem Pass Cashless Resmi Beroperasi di Pelabuhan Karimun

Ia menjelaskan bahwa Bupati Karimun Iskandarsyah dan Ketua DPRD Karimun telah kompak mengusulkan pembangunan jembatan tersebut ke Pemerintah Pusat melalui beberapa kementerian terkait, antara lain Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan.

Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang menegaskan jembatan gantung sebagai simbol kehadiran pemerintah bagi masyarakat pedesaan dan terpencil.

“Bupati Karimun berharap realisasi jembatan gantung dapat mendorong investasi dan menggerakkan pariwisata, sehingga dapat mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi guna mewujudkan kejayaan Kabupaten Karimun di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza menyatakan akan berupaya maksimal untuk mendorong terwujudnya usulan pembangunan jembatan tersebut. Ia bahkan telah turun langsung bersama tim Dinas PUPR untuk menyerap aspirasi dan melihat kondisi nyata masyarakat di lapangan.

BACA JUGA:  Mardana Surya Karma Terpilih Aklamasi, Siap Selamatkan Takraw Karimun dari Kepunahan

“Kami melihat langsung anak-anak setiap hari harus menggunakan sampan ke sekolah, mereka adalah aset dan kekayaan kita yang sangat berharga. Pemerintah daerah akan berupaya agar mereka bisa memperoleh akses pendidikan dengan baik dan aman,” ucap Rafiza.

Menurutnya, pembangunan jembatan gantung adalah solusi terbaik dan berkelanjutan untuk masa depan masyarakat, sekaligus menjadi bukti pentingnya sinergi antara pusat dan daerah.

“Program jembatan gantung ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kerja sama yang kuat merupakan kunci untuk mewujudkan harapan yang selalu disuarakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)