Atlet Tenis Meja Natuna Borong Tiga Emas di POPDA Kepri 2026, Efisiensi Anggaran Tak Halangi Prestasi

Atlet Tenis Meja ganda putra saat berada di podium setelah keluar sebagai pemenang.

Ariranews.com, Natuna – Kontingen tenis meja Kabupaten Natuna mencatatkan prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau 2026 di Kabupaten Karimun. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, para atlet tetap mampu menunjukkan performa terbaik dengan mempersembahkan tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu bagi daerah.

Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Kabupaten Natuna keluar sebagai juara umum cabang olahraga tenis meja. Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Natuna melalui sistem seleksi atlet yang berjalan efektif.

Para atlet yang tampil di POPDA merupakan hasil seleksi yang digelar PTMSI Kabupaten Natuna pada 14 Mei 2026. Mereka sukses bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.

Hingga pertandingan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026), tiga medali emas dipersembahkan Brian Belhag dari nomor tunggal putra, Urai Putri Marbella dari nomor tunggal putri, serta pasangan Brian Belhag/M. Zidan Sudrajat dari nomor ganda putra.

BACA JUGA:  Batam Jadi Tuan Rumah Dua Kejuaraan Dunia FIBA 3x3, Ribuan Wisatawan Diprediksi Datang

Brian Belhag memastikan gelar juara usai mengalahkan wakil Kota Tanjungpinang dengan skor 3-1 di partai final. Sementara itu, Urai Putri Marbella meraih medali emas setelah menundukkan wakil Kabupaten Lingga dengan skor ketat 3-2.

Dominasi Natuna berlanjut di nomor ganda putra. Pasangan Brian Belhag/M. Zidan Sudrajat tampil impresif dan menaklukkan pasangan Kota Batam dengan skor telak 3-0 untuk mengamankan medali emas ketiga.

Selain tiga medali emas, pasangan Urai Putri Marbella/Rere Romansyah berhasil meraih medali perak pada nomor ganda putri. Sementara dua medali perunggu disumbangkan Husirol Khoiri dari nomor tunggal putra serta pasangan Najya Putricia/Aiken Rafanda dari nomor ganda putri.

Ketua PTMSI Kabupaten Natuna, Heru Chandra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan pihak yang telah bekerja keras hingga mampu mengharumkan nama Natuna di tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Profesionalisme Prajurit Terus Diasah, Lanud RSA Natuna Gelar Latihan Menembak untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan

“Alhamdulillah, hari ini atlet tenis meja kita berhasil menyumbangkan tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Satu medali emas diraih Brian Belhag di nomor tunggal putra, satu medali emas diraih Urai Putri Marbella di nomor tunggal putri, dan satu lagi dipersembahkan pasangan Brian Belhag/M. Zidan Sudrajat di nomor ganda putra. Medali perak diraih pasangan Urai Putri Marbella/Rere Romansyah, sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan Husirol Khoiri dari nomor tunggal putra serta pasangan Najya Putricia/Aiken Rafanda,” ujar Heru saat dihubungi, Senin (6/7/2026).

Menurut Heru, keberhasilan tersebut tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Natuna yang terus memberikan semangat kepada para atlet selama mengikuti POPDA Kepri 2026.

BACA JUGA:  Li Claudia Janjikan Bonus Tambahan, Tantang Atlet Batam Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA 2026

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari doa dan dukungan masyarakat Natuna, serta semangat juang para atlet untuk mengharumkan nama daerah melalui POPDA Kepri tahun ini,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Natuna untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi pada berbagai kejuaraan mendatang.

“Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Natuna. Mudah-mudahan pada pertandingan selanjutnya atlet tenis meja kita kembali menorehkan prestasi yang lebih gemilang,” tutup Heru.

Prestasi ini semakin menegaskan bahwa pembinaan berkelanjutan dan sistem seleksi atlet yang diterapkan PTMSI Kabupaten Natuna mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga pada level nasional. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan akibat efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang bagi lahirnya prestasi olahraga yang membanggakan.

(Dod)