AriraNews.com, Batam – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi meresmikan Flyover Laksamana Ladi, Seiladi, Baloi Selasa (31/12/2024) pagi. Diresmikannya flyover tersebut sebagai kado istimewa bagi masyarakat Batam di Tahun Baru 2025.
Pembangunan flyover Laksamana Ladi dimulai ditandai dengan ground breaking pondasi yang dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Senin (4/4/2024).
Flyover Laksamana Ladi dibangun dengan total anggaran Rp 132.074.141.869,28 untuk tahun anggaran 2023-2024 dengan sumber dana dari PNBP BP Batam. Proyek ini, dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan konsultan PT Disiplan Consult.

Muhammad Rudi mengatakan, pembangunan flyover ini merupakan salah satu upayanya untuk menghilangkan kemacetan di daerah tersebut. Terutama kemacetan yang sering timbul pada jam-jam sibuk di pagi hari maupun sore hari saat pulang kerja. Terutama dari Sekupang ke Batamcenter, Nagoya dan sebaliknya.
Namun, lebih kurang untuk empat minggu ke depan, penggunaan flyover ini dibatasi hanya untuk kendaraan ringan, seperti roda empat dan roda dua. Kendaraan berat baru diizinkan melintas setelah semua prosedur standar keselamatan selesai dilakukan. Dinas Perhubungan Kota Batam akan melakukan rekayasa lalu lintas selama proses itu berlangsung. PT Adhi Karya sebagai kontraktor memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Kita ingin memastikan pekerjaan ini benar-benar sesuai prosedur sehingga dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat,” kata Rudi.
Seiring telah difungsikannya flyover Laksamana Ladi, BP Batam akan segera menghentikan penggunaan jembatan Seiladi dilalui kendaraan berat. Mengingat usianya yang sudah tua.
Pembangunan Flyover Seiladi ini juga sebagai bentuk komitmen BP Batam dalam mendukung dan mendatangkan investasi ke Batam.
Rudi menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung transformasi Batam.
“Kota ini harus kita majukan menjadi kota modern. Sebagai Wali Kota saya sudah habis masa jabatannya, tinggal pelantikan Wali Kota terpilih, dan mungkin saya akan menyerahkan jabatan Kepala BP Batam pada Januari atau Februari 2025, tergantung perkembangan aturan presiden,” ungkapnya.
Rudi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan selama menjabat, mulai dari Wakil Wali Kota Batam, Wali Kota Batam dua periode, dan juga sebagai Kepala BP Batam.
“Selama menjabat manusia pasti tak luput dari kesalahan. Saya minta maaf lahir dan batin,” ujar Rudi.
Flyover Laksamana Ladi (Seiladi) merupakan flyover kedua di Batam sesudah Flyover Laluan Madani. Meski sudah diresmikan, Flyover Seiladi belum dapat dilalui. Pasalnya, terlebih dulu harus dilakukan beberapa pengujian untuk menjamin keselamatan pengendara yang melintas nantinya. (ara)








