𝐊𝐨𝐥𝐨𝐦 𝐒𝐞𝐧𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐥𝐢𝐧, Dahsyatnya Empati Walau Sedetik Senyuman

Avatar photo
EMPATI: Wagub Marlin, saat bertemu masyarakat Kota Batam, dalam sebuah kunjungan belum lama ini.

𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡𝑖 𝑠𝑒𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑡𝑢𝑙𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑛𝑦𝑢𝑚 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑛𝑦𝑎.

AriraNews.com, Batam – JIKA kita mendengar kata “empati” pastinya akan terbesit kepada respon terhadap kegundahan, kebutuhan atau kesusahan orang lain.

Padahal, empati jika diartikan secara sederhana adalah: memposisikan diri kita berada di dalam orang lain.

Empati seringkali digambarkan sebagai “berada di dalam sepatu orang lain” atau “melihat dari mata orang lain”.

BACA JUGA:  Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Natuna Dorong Program Strategis ke BWS Sumatera IV

Makanya, empati bukan sekadar respon biasa, bahkan tidak pula pendramatisiran perasaan, melainkan lebih masuk kepada merasakan apa yang dirasakan orang lain dari hati nurani.

Pastinya, sikap empati ini keluar secara naluriah, baik dari pandangan mata, ekspresi wajah, gesture tubuh, serta ucapan.

Dahsyatnya, sikap empati mampu merasuk ke dalam jiwa orang yang sedang menerima respon. Sehingga, orang yang memiliki empati secara tulus cukup memberi senyum maka akan memberikan kebahagiaan bagi orang lain.

BACA JUGA:  BRK Syariah Gelar Turnamen Badminton di Natuna, Sekda Tekankan Sportivitas Atlet

Jika ingin melihat kedalaman empati seseorang, maka lihatlah ketulusan senyum orang lain yang menerimanya.

Hal inilah yang dirasakan masyarakat saat bertemu Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina.

Terbukti pada setiap kunjungan, masyarakat yang menerimanya tampak tersenyum tulus. Sehingga wajar jika kemudian mereka memeluk Wagub Marlin, tanda nyaman, seolah tak ingin dipisahkan lagi.

BACA JUGA:  Distribusi Bertahap, Bantuan Pangan Sasar Ribuan Penerima di Natuna

Kemampuan berempati seharusnya dimiliki oleh semua orang. Namun yang membedakan perasaan empati seorang individu dengan lainnya adalah, tingkat kedalaman perasaan dan cara menunjukkan perasaan empati tersebut.

Pentingnya empati dapat dilihat pada kesehatan hubungan antar personal seseorang.

Secara naluriah, yang dapat merasakan perasaan adalah orang lain, namun tetap dapat menjaga keutuhan pikirannya sendiri.

Sehingga orang tersebut tetap memiliki integritas dan identitasnya sendiri.(***)