Lantik Pengurus FPK 2025-2030, Bupati Iskandarsyah Tekankan Harmoni Jadi Kunci Investasi Karimun

Karimun, ariranews.com– Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Karimun periode 2025-2030 resmi dilantik di Gedung Nasional Karimun, Selasa (28/4/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial sebagai fondasi utama percepatan investasi dan pembangunan daerah.

Ketua FPK Karimun terpilih, Zulkhainen, menyampaikan bahwa keberagaman suku yang tergabung dalam wadah FPK merupakan kekuatan besar bagi daerah. Menurutnya, kerukunan antar-etnis menjadi modal sosial penting untuk menarik investor serta mengembangkan sektor pariwisata.

“Pengurus FPK ini terdiri dari berbagai suku. Tujuan yang ingin kita capai tentu investasi dan pariwisata. Kami berharap pemerintah daerah terus memfasilitasi agar kami bisa bergerak aktif menciptakan Karimun yang harmonis,” ujarnya.

Ia menilai, situasi daerah yang aman dan kondusif menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha, khususnya investor asing, untuk menanamkan modal di Karimun yang berada di kawasan strategis berdekatan dengan Singapura.

“Karena itu, FPK perlu difasilitasi pemerintah daerah agar dapat berperan aktif menciptakan iklim investasi yang sehat dan menjadikan Karimun semakin harmonis,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karimun Iskandarsyah menekankan bahwa perbedaan suku, budaya, dan agama bukanlah hambatan, melainkan kekuatan besar jika dikelola dengan baik. Ia menyebut kebersamaan masyarakat Karimun selama ini menjadi modal penting dalam membangun daerah.

Menurutnya, tagline daerah “Melaju dalam Harmoni” memiliki makna mendalam bahwa kemajuan hanya dapat dicapai jika seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan saling menghormati.

Karimun, lanjutnya, memiliki posisi strategis di bibir Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Sebagai wilayah perbatasan, kekuatan ekonomi Karimun juga menjadi bagian dari kekuatan nasional.

“Jika Karimun kuat, maka NKRI akan kuat. Di daerah perbatasan, kita harus memperkuat sektor ekonomi. Dengan kekompakan bersama, potensi yang telah dibangun para pendahulu tinggal kita lanjutkan demi kesejahteraan rakyat,” tegas Iskandarsyah.

Ia juga menilai minimnya konflik horizontal di Karimun selama ini menjadi bukti bahwa budaya toleransi telah tumbuh kuat di tengah masyarakat. Karena itu, FPK diharapkan mampu menjaga warisan kebersamaan tersebut sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara paguyuban suku dan pemerintah daerah.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru periode 2025-2030, masyarakat menaruh harapan agar FPK tidak sekadar menjadi simbol keberagaman, tetapi juga motor penggerak stabilitas sosial demi masa depan Karimun yang lebih maju dan sejahtera.

*Ayat