AriraNews.com, Batam – Kota Batam kembali menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo pada perayaan Idul Adha tahun 2026. Seekor sapi jenis limousin dengan bobot mencapai satu ton yang rencananya disembelih di Masjid Agung Engku Hamidah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan sapi bantuan Presiden tersebut telah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum didistribusikan.
“Semua hewan yang masuk, termasuk sapi bantuan Presiden, sudah dicek melalui uji laboratorium. Kalau terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tidak diperbolehkan masuk,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa PMK masih menjadi perhatian secara nasional. Namun, pemerintah memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Batam dalam kondisi aman karena telah melewati pengawasan berlapis.
Pengawasan dilakukan oleh tiga tim gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, pihak karantina, serta Ikatan Dokter Hewan Batam. Pemeriksaan dilakukan langsung di kandang, termasuk di lokasi penampungan hewan di kawasan Temiang.
“Hewan yang sehat akan diberi label. Yang tidak ada label, tidak boleh dijual,” tegasnya.
Secara umum, ketersediaan hewan kurban di Batam tahun ini dipastikan mencukupi, bahkan berpotensi berlebih. Diperkirakan terdapat sekitar 3.000 ekor sapi dan 6.000 ekor kambing yang disiapkan untuk masyarakat.
Hewan kurban tersebut didatangkan dari berbagai daerah seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan pasokan terbanyak berasal dari Lampung. Seluruh distribusi dilakukan melalui jalur laut yang dinilai lebih aman.
Meski demikian, Mardanis menyebut tren permintaan hewan kurban tahun ini kemungkinan mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi yang lesu.
Sebagai informasi, pada tahun lalu, bantuan hewan kurban dari Presiden disembelih di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Tahun ini, lokasi penyembelihan dipindahkan ke Masjid Agung Engku Hamidah. (emr)








