Natuna  

BMKG dan Pemda Natuna Bekali Nelayan Cara Membaca Cuaca

Avatar photo
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Natuna menggelar program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2024. Program ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, pada Senin (23/12) di Aula Stasiun Meteorologi Maritim Natuna.

AriraNews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Natuna menggelar program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2024. Program ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, pada Senin (23/12) di Aula Stasiun Meteorologi Maritim Natuna.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai kalangan, seperti nelayan, TNI-Polri, Basarnas, dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Natuna. Selain pelatihan, acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BMKG Natuna, Pemerintah Daerah, Basarnas, dan PWI Natuna. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam penyebaran informasi cuaca yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan.

BACA JUGA:  Indeks ETPD Natuna Tembus 95 Persen, Pemkab Siapkan Roadmap Digitalisasi hingga 2030

Dalam sambutannya, Sekda Natuna, Boy Wijanarko Varianto, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BMKG. Ia menilai program ini sangat relevan bagi masyarakat Natuna yang mayoritas bergantung pada sektor perikanan.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membantu nelayan memahami informasi cuaca dengan lebih baik, sehingga mereka dapat melaut dengan lebih aman dan produktif,” kata Boy.

BACA JUGA:  Korban Ikhlas Memaafkan, Kejari Natuna Hentikan Penuntutan Tersangka Penadahan

Ia juga berharap pelatihan ini dapat memberikan bekal kepada nelayan dalam membaca perubahan cuaca serta memanfaatkan aplikasi cuaca yang disediakan BMKG. Menurutnya, informasi cuaca yang akurat menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung keselamatan dan keberlanjutan aktivitas melaut.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menekankan pentingnya pemahaman nelayan terhadap dinamika cuaca, khususnya di wilayah Natuna yang memiliki kondisi cuaca cukup ekstrem.

BACA JUGA:  Kesaksian Nahkoda Jadi Petunjuk Baru, Tim SAR Perluas Pencarian Dua ABK

“Natuna memiliki potensi ancaman cuaca yang besar dan kompleks. Melalui program ini, kami ingin memastikan nelayan memahami informasi BMKG sehingga dapat melaut dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Hendro.

Program SLCN ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung sektor perikanan berkelanjutan di Natuna. (dod)