Ini Alasan NZ Bawa Parang dan Marah-Marah Pada Remaja Masjid di Batam

Avatar photo
NZ (dua dari kiri) dan Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono berada di sebelahnya.

AriraNews.com, BATAM – Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono kembali menjelaskan kasus NZ, warga RT 002/RW 002, Kelurahan Tanjunguma, Lubukbaja, Batam, yang membawa sebilah parang ke dalam masjid Al Mu’minin yang terjadi pada Minggu (10/4/2022) lalu. Kasus tersebut ungkapnya telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“NZ telah meminta maaf atas kejadian tersebut,” ungkap Budi Hartono, Kamis (14/4/2022) siang.

Sebelumnya kasus tersebut sempat viral. Di dalam video yang direkam oleh warga, seorang pria yang kemudian diketahui berinisial NZ masuk ke dalam masjid Al Mu’minin menenteng sebilah parang dan marah-marah pada warga yang ada di dalam masjid. Dia mengaku terganggu oleh aktivitas jamaah yang membangunkan warga untuk melaksanakan sahur menggunakan toa masjid.

BACA JUGA:  Wyndham Panbil Batam Raih Penghargaan Hotel Premium Terbaik di Trip.com Appreciation Night 2026

Adu mulut dan aksi dorong antara NZ dengan jamaah masjid pun tak terelakkan. Tak hanya itu, para jamaah juga berusaha keras merebut sebilah parang panjang dari genggaman NZ. Meski sempat mempertahankan parangnya, warga berhasil merebut paksa dan terjadi perdebatan hingga ke luar masjid.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono mengatakan perkara tersebut langsung diselesaikan dengan cara kekeluargaan yang disaksikan oleh Ketua RW, Ketua RT dan pengurus Masjid Al Mu’minin.

BACA JUGA:  Fary Francis Gaungkan Gerakan Kebangkitan Sepak Bola Batam Lewat Batam Prime International Football Festival 2026

“NZ melakukan hal tersebut hanya untuk menggertak saja. Waktu itu NZ sedang istirahat bersama keluarga. NZ memiliki cucu yang masih kecil dan merasa terganggu dengan suara toa yang sangat keras. NZ rumahnya hanya berjarak 5 meter dari masjid dan meminta suara membangunkan sahur dikecilkan sedikit,” kata Budi Hartono, terkait alasan NZ mendatangi masjid tersebut.

BACA JUGA:  KJK Kecam Intimidasi Wartawan di Batam

Diungkapkan Budi Hartono, cek-cok mulut memang tak hanya terjadi di masjid, namun berlanjut ke luar area masjid. Bahkan, punggung salah seorang remaja masjid mengalami luka gores akibat terkena parang yang dibawa NZ.

“Kedua belah pihak sudah saling minta maaf. Para pihak sepakat untuk tidak membuat laporan polisi atau laporan pengaduan terkait dengan peristiwa ini karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak saling menuntut,” ungkap Budi Hartono.(ddr)