Dorong Keterampilan Kerja, Lima Putra Daerah Natuna Akan Ikuti Pelatihan Rigger di PPSDM Migas Cepu

Tampak kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Natuna.

Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), lima putra daerah Natuna terpilih mengikuti Pelatihan Operasi Pesawat Angkat, Angkut, dan Juru Ikat Beban (Rigger) Angkatan II Program Bantuan Masyarakat (PBM) PPSDM Migas Tahun 2026.

Kelima peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari 10 peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus tahap awal. Namun, hanya lima peserta dengan peringkat nilai tertinggi yang berhak mengikuti pelatihan bersertifikasi tersebut.

Para peserta berasal dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Natuna.
Adapun lima peserta yang dinyatakan diterima mengikuti pelatihan, yakni:

BACA JUGA:   Syafartidah Jarmin Resmi Jabat Ketua TP PKK Natuna 2025–2030, Fokus pada Penurunan Stunting

R. Deni Hardiansyah – Bandarsyah, Bunguran Timur (Skor 175)



M. Suhadak Al-Zabur – Sabang Mawang Barat, Pulau Tiga (Skor 165)

Toni Salizar – Bunguran Timur Laut (Skor 164)

Ryko Jhodiansyah – Bandarsyah, Bunguran Timur (Skor 163)

Dion Rahman – Bandarsyah, Bunguran Timur (Skor 163)

Program pelatihan bersertifikasi ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di sektor industri, khususnya migas dan konstruksi yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 500.15.1/49/DTKT.UP.3/III/2026 yang dikeluarkan oleh Disnakertrans Kabupaten Natuna di Ranai.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Natuna, Indra Joni, mengatakan pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 24 April 2026.

BACA JUGA:   Mewakili Sumbagut, Rocky M Bawole Paparkan Persiapan Pemilu 2024 di Hadapan Gus Muhaimin

“Dari 10 peserta yang dinyatakan lulus, hanya lima orang yang diterima mengikuti pelatihan berdasarkan peringkat skor tertinggi dari satu sampai lima. Pelatihan ini akan diselenggarakan di Pusdiklat PPSDM Migas di Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, selama 12 hari,” ujarnya, Rabu (4/3/2026), melalui pesan WhatsApp.

Indra Joni menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan para peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Pusdiklat PPSDM Migas yang dapat menjadi bekal untuk bekerja di sektor industri migas maupun konstruksi.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius sehingga mampu meningkatkan keterampilan serta daya saing tenaga kerja Natuna.

BACA JUGA:   BKPSDM Natuna Targetkan Indeks Profesionalitas ASN Tahun 2024 Meningkat

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia daerah menghadapi peluang investasi yang berpotensi masuk ke Natuna, baik di sektor pertanian, perkebunan, budidaya perikanan, maupun sektor pelabuhan.

“Dengan meningkatnya investasi, kebutuhan tenaga kerja juga akan bertambah. Ini akan menggerakkan roda perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Natuna, khususnya di sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja bersertifikasi di bidang operasi pesawat angkat dan juru ikat beban. (Dod)