AriraNews.com, Batam – Kepulauan Riau kembali menggelar KURMA (Kepulauan Riau Ramadhan Fair) 2026, sebuah agenda tahunan ekonomi dan keuangan syariah yang akan berlangsung pada 2–8 Maret 2026 di dua kota, yakni Batam dan Tanjungpinang. Di Batam, kegiatan dipusatkan di One Batam Mall.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, mengatakan KURMA merupakan kegiatan kolaboratif untuk mendorong integrasi ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai sumber pertumbuhan baru di daerah.
Menurut Rony, karakteristik perekonomian Batam dan Kepri selama ini banyak ditopang oleh ekspor dan kepemilikan asing. Karena itu, daerah ini membutuhkan sumber ekonomi baru yang lebih berbasis pada kekuatan domestik.
“Karakteristik Batam dan Kepri banyak didorong ekspor dan kepemilikan asing. UMKM harus terus didorong tumbuh. KURMA Kepri adalah upaya bersama untuk menyatukan ekonomi keuangan syariah, ekonomi inklusif, dan penguatan UMKM,” ujar Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau pada Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, KURMA bukan sekadar bazar Ramadan, tetapi menjadi wadah menyatukan ekosistem ekonomi syariah secara menyeluruh. Mulai dari penguatan transaksi keuangan syariah, perluasan akses pembiayaan, layanan sertifikasi juru sembelih halal, hingga mendorong pemanfaatan QRIS dalam sistem pembayaran digital.
KURMA 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang akan digelar di Palembang. Dengan demikian, Kepri diharapkan mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah regional maupun nasional.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024, KURMA menjadi agenda tahunan untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah pada momentum Ramadan. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan atas sinergi Pemerintah Provinsi Kepri bersama Bank Indonesia dan berbagai mitra strategis, sebagai upaya meningkatkan inklusivitas perekonomian melalui penguatan ekosistem syariah dan digitalisasi sistem pembayaran.
Beragam program unggulan disiapkan untuk menarik partisipasi masyarakat. Di antaranya Business Matching UMKM Syariah, Bazar Ramadan yang menghadirkan produk halal seperti wastra dan makanan olahan, layanan sertifikasi halal, sosialisasi ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf), festival fashion show, bedah buku, seminar ekonomi syariah, hingga berbagai kompetisi seperti nasyid, konten ekonomi syariah, cerdas cermat, dan lomba mewarnai.
Melalui KURMA 2026, BI Kepri berharap UMKM halal semakin tumbuh dan berdaya saing, sehingga mampu menjadi motor sumber ekonomi baru di Kepri. Dengan penguatan sektor syariah dan digitalisasi transaksi, ekonomi daerah diharapkan semakin inklusif dan tidak semata bergantung pada industri, ekspor, serta investasi asing. (emr)








