Natuna

Simulasi Darurat di Lanud RSA: Uji Kesiapan Personel Tangani Insiden Penerbangan di Natuna

AriraNews.com, Natuna – Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna kembali memperlihatkan kesigapan personelnya dalam latihan simulasi tanggap darurat, melalui skenario Emergency Response Plan (ERP) di Bandara RSA Natuna pada Jumat (18/10/2024).

Latihan ini diadakan untuk mengukur kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat penerbangan yang dapat terjadi kapan saja.

Skenario latihan ini dimulai dengan laporan dari Radar Approach Tanjung Pinang mengenai masalah teknis pada pesawat komersial Aghaz Airline, tipe Beechcraft. Pesawat tersebut mengalami gangguan tekanan kabin dan berada pada jarak 90 Nautical Miles (NM) dari Natuna dengan ketinggian 15.000 kaki, dalam perjalanan dari Batam menuju Natuna. Kondisi ini membuat personel di Lanud RSA segera mengambil langkah-langkah darurat, bersiap menyambut pendaratan darurat pesawat yang dijadwalkan tiba pada pukul 06.45 UTC, dengan 10 penumpang di dalamnya.

Situasi semakin memanas ketika pesawat dilaporkan tergelincir di sisi timur runway 18 saat pendaratan, mengeluarkan asap dan api. Petugas di menara pengawas segera membunyikan sirine darurat, memicu seluruh unsur di Lanud RSA untuk bergerak cepat sesuai dengan prosedur ERP yang telah ditetapkan.

Kemenkes Siapkan Tenaga Medis untuk Daerah Terpencil, Natuna Bisa Ajukan Kebutuhan

Komandan Lanud RSA Natuna, Kolonel Pnb Dedy Iskandar, langsung memerintahkan pelaksanaan evakuasi darurat. Petugas pemadam kebakaran, tim medis, dan keamanan bergegas menuju lokasi kecelakaan untuk menyelamatkan penumpang dan kru pesawat, serta mencegah kebakaran menyebar.

Latihan ini menguji kemampuan koordinasi antar-unsur dalam menangani situasi darurat penerbangan secara efisien dan tepat.

Komandan Lanud RSA Natuna, Kolonel Pnb Dedy Iskandar menegaskan bahwa latihan semacam ini vital untuk menjaga kesiapan personel dalam menghadapi insiden sesungguhnya, serta untuk memperkuat keamanan penerbangan dan pertahanan udara di Natuna, wilayah perbatasan yang strategis.

“Simulasi ini sangat penting untuk menguji kesigapan para personel, untuk menghadapi jika terjadi insiden satu saat,” tegasnya.

Simulasi ini melibatkan banyak unit penting, seperti Base Ops, tim Pemadam Kebakaran, Satpomau, tim medis RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani, Skadron Udara 52, dan Unit PKP-PK Bandara RSA. Keberhasilan latihan ini menjadi bukti kuat bahwa Lanud RSA siap menghadapi tantangan apapun demi menjaga keselamatan penerbangan serta kedaulatan udara Indonesia.(dod)

Kredit UMKM Natuna Tumbuh 52,6 Persen, KUR Masih Jadi Sorotan
Redaksi

Recent Posts

Jom Jelajah Johor 2026: Dari Danga Bay, Menikmati Tembikar hingga Festival Kopi Kluang

AriraNews.com, JOHOR BAHRU — Deru kendaraan mulai terdengar dari kawasan Danga Park, Danga Bay, Jumat…

1 jam ago

‎12 Tahun Rawat Mangrove Senggalong, Arpandi Apresiasi Kunjungan Bupati Anambas

Ar‎iraNews.com, ANAMBAS — Penggerak pelestarian hutan mangrove di Pantai Senggalong, Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur,…

7 jam ago

Ditanami 150 Mangrove, Pantai Senggalong Diproyeksikan Jadi Wisata Konservasi‎

AriraNews.com, ‎ANAMBAS — Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers…

8 jam ago

PLN Batam Komitmen Dukung Pertumbuhan Data Center dan Ekonomi Digital

AriraNews.com, Singapura – Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjadi salah satu pembicara dalam…

9 jam ago

PKP Store Roadshow Hadir di Nagoya Hill, Bawa Promo “Palugada” dan Peluang Menang Ratusan Juta

AriraNews.com, BATAM – Mencari rumah, ruko, apartemen, atau kavling dengan harga spesial? Masyarakat Batam bisa…

10 jam ago

Kemenkes Siapkan Tenaga Medis untuk Daerah Terpencil, Natuna Bisa Ajukan Kebutuhan

Natuna, Ariranews.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan program pengiriman tenaga medis untuk daerah-daerah terpencil…

12 jam ago