AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus mematangkan persiapan rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Salah satu agenda utama yang direncanakan dalam kunjungan tersebut yakni peresmian RSUD Tarempa dan Sekolah Rakyat.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Peresmian RSUD Tarempa yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Senin (7/9/2026).
Rapat diikuti sejumlah stakeholder terkait dan membahas berbagai kebutuhan teknis, mulai dari transportasi, sarana dan prasarana, mobilisasi personel, kendaraan kepresidenan hingga fasilitas pendukung lainnya.

Dalam rapat tersebut, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Romi Sitorus, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi dari Tanjungpinang terkait permintaan pesawat TNI AL untuk masuk ke Matak pada 10 September 2026 yang direncanakan membawa rombongan Gubernur Kepulauan Riau.
Selain itu, Tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga tengah melakukan konfirmasi terkait kondisi dan kemampuan Bandara Matak, khususnya kemungkinan penggunaan bandara tersebut untuk pendaratan pesawat Hercules yang akan membawa kendaraan kepresidenan.
Namun, apabila Bandara Matak tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat Hercules, akan disiapkan sejumlah alternatif. Di antaranya melalui Bandara Hang Nadim Batam maupun Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.
Alternatif lainnya adalah menggunakan transportasi laut untuk membawa kendaraan kepresidenan menuju wilayah Kepulauan Anambas.
Berdasarkan perkembangan informasi yang diterima dalam rapat, peluang Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas diperkirakan mencapai sekitar 75 persen.
Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau untuk memastikan kemungkinan kapal Ro-Ro dapat digunakan dalam mendukung mobilisasi kendaraan kepresidenan.
Dalam rapat juga disampaikan bahwa terdapat dua agenda yang direncanakan dalam kunjungan tersebut, yakni peresmian RSUD Tarempa dan peresmian Sekolah Rakyat.
Sementara itu, kendaraan kepresidenan direncanakan diberangkatkan menuju wilayah Kepulauan Riau. Namun, jalur pengiriman masih menunggu kepastian, apakah melalui Bandara Hang Nadim Batam atau Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.
Terkait Bandara Matak, rapat menyebutkan bahwa landasan pacu bandara tersebut memiliki panjang sekitar 1.200 meter sehingga dinilai belum mencukupi untuk menjadi lokasi pendaratan pesawat Hercules.
Kemenkes Soroti Kesiapan Fasilitas
Sementara itu, PMO Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Lili Sholihah, yang mengikuti rapat melalui Zoom, menyampaikan bahwa personel Kementerian Kesehatan RI direncanakan tiba di Anambas pada Selasa (8/9/2026).
Namun, rencana keberangkatan tersebut menghadapi kendala akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta yang berkaitan dengan kondisi debu vulkanik.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Kementerian Kesehatan RI juga menanyakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya terkait tenda, sound system dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan.
Pemerintah daerah diminta segera menyampaikan kondisi kesiapan sarana dan prasarana sehingga kebutuhan yang masih kurang dapat dipetakan dan segera ditindaklanjuti.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian mengatakan, dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki daerah, fasilitas yang belum tersedia diharapkan dapat didatangkan dari luar daerah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar keterbatasan fasilitas tidak menjadi kendala teknis saat pelaksanaan kegiatan.
Raja Bayu meminta waktu hingga sore hari untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh kebutuhan, termasuk fasilitas yang mampu disiapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun kebutuhan yang masih mengalami kekurangan.
Personel Kementerian Kesehatan yang datang ke Anambas nantinya akan menggunakan penerbangan dari Tanjungpinang untuk melakukan persiapan berbagai kebutuhan kegiatan.
Kondisi geografis Anambas yang cukup jauh dari Batam maupun Tanjungpinang, ditambah keterbatasan jadwal transportasi, menjadi salah satu tantangan dalam mobilisasi personel maupun perlengkapan.
Tim Pendahulu dan Alternatif Transportasi Laut
Dalam pembahasan selanjutnya, rapat turut membahas rencana kedatangan Tim Pendahulu Kunjungan Kerja Presiden RI ke Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas akan berkoordinasi dengan pihak Bandara Matak untuk memastikan izin serta kesiapan pendaratan pesawat Susi Air yang direncanakan membawa Tim Pendahulu.
Selain jalur udara, transportasi laut juga disiapkan sebagai alternatif untuk mendukung mobilisasi kendaraan kepresidenan.
Berdasarkan informasi dari ASDP, KMP Bahtera Nusantara 01 melayani lintasan yang mencakup wilayah Anambas, termasuk rute Letung–Matak, dengan kapasitas hingga 26 kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan ASDP Kepulauan Riau terkait kemungkinan penggunaan KMP Bahtera Nusantara 01, KMP Bahtera Nusantara 02 maupun KMP Bahtera Nusantara 03.
Kapal Ro-Ro tersebut menjadi salah satu alternatif untuk membawa kendaraan kepresidenan, kendaraan pendukung serta kendaraan pendamping lainnya menuju Anambas dan selanjutnya bersandar di Pelabuhan Tarempa.
Rapat koordinasi tersebut menegaskan perlunya percepatan persiapan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama seluruh stakeholder.
Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian utama meliputi transportasi, kendaraan kepresidenan, listrik, air bersih, tenda, sound system serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Selanjutnya, perangkat daerah terkait akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Kesehatan RI, pihak Bandara Matak, ASDP Kepulauan Riau serta instansi terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kesiapan teknis sekaligus mendukung kelancaran rangkaian rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Kepulauan Anambas. (bbg)



