AriraNews.com, BATAM – Meninggalnya Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan M Ali Wasyim, Selasa (19/10/2021) malam, mengagetkan banyak pihak. Banyak yang tak menyangka mantan Ketua DPD Golkar Batam tersebut dipanggil Tuhan secepatnya itu. Pasalnya, selain masih berumur 52 tahun, Ruslan beberapa hari lalu masih sehat walafiat dan menjalankan aktifitasnya sebagai Anggota DPRD Batam dan sebagai ketua organisasi lainnya.
Ruslan dikabarkan mengalami serangan jantung dan dilarikan ke RSBP Batam, Sekupang, pada Senin (18/10/2021) pagi. Dua hari sebelumnya, yakni pada Sabtu, Ruslan juga dikabarkan sakit dan sempat menjalani perawatan di salah satu klinik di Baloi. Hanya sebentar berobat di situ, dia memilih untuk pulang.
“Beliau pulang dari Jakarta, Sabtu sempat sakit, berobat ke klinik, kemudian pulang. Senin pagi drob lagi, barulah dibawa ke RSBP Batam,” ungkap salah seorang orang dekat almarhum. Namun, takdir berkata lain. Sehari dirawat di rumah sakit, Ruslan menghembuskan nafas terakhirnya Selasa sekitar pukul 21.35 WIB.
Kabar duka tersebut langsung menyebar melalui media sosial dan grub Whatsapp. Ratusan pelayat pun langsung mendatangi rumah duka di Perumahan Costarika, Batam Kota. Isak tangis pun pecah saat jenazah almarhum diturunkan dari ambulans yang membawanya dari RSBP Batam. Bahkan istrinya, Ade Sulistiani yang berurai air mata harus dipapah ke dalam rumah. Bacaaan salawat dan ayat-ayat Quran dilantunkan usai jenazah almarhum di baringkan di tengah ruang tamu rumah. Para pelayat pun saling bergantian memberikan penghormatan terakhir.
Pagi harinya, Rabu (20/10/2021) prosesi penyelenggaraan jenazah pun dimulai. Meski cuaca hujan tak menyurutkan niat pentakziah untuk datang ke rumah duka. Mulai dari pejabat, tokoh manyarakat, hingga masyarakat memenuhi area rumah duka. Usai pelepasan di rumah duka, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Al Ikhlas yang ada di kawasan Telukbakau, depan kawasan industri KIE, Kabil. Sama halnya di rumah duka, diperkirakan ribuan masyarakat sudah menunggu kedatangan jenazah. Usai salat Zhuhur, jenazah almarhum langsung disalatkan.
Tak lama-lama jenazah kemudian dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Sambau, Nongsa, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Telukbakau. Diperkirakan ribuan masyarakat turut mengantarkan jenazah almarhum untuk dikebumikan di TPU Sambau tersebut.
Di TPU Sambau masyarakat rela berhujan-hujanan untuk dapat menyaksikan prosesi pemakaman tersebut. Banyak di antaranya tak menggunakan payung.
“Orangnya baik. Tak nyangka Pak Ruslan pergi secepat ini,” kata Umi, salah seorang warga berurai air mata.
Usai prosesi penguburan selesai, warga pun mengantri untuk kembali berdoa di pusara almarhum. “Kita taulah, warga pasti punya kenangan masing-masing dengan beliau. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat jalan beliau lapang di alam kubur hingga akhirat kelak,” ujar Agus Wahab, orang dekat almarhum dan merupakan staf ahli almarhum di DPRD Batam.
Agus juga menyampaikan tujuh hari ke depan akan diselenggarakan pembacaan surat Yassin di rumah duka di Perumahan Costarika, Batam Kota dan rumah orang tua almarhum di kawasan Telukbakau, Nongsa.
“Mari bersama-sama kita datang, bisa ke Batam Center atau yang tinggal di daerah Nongsa bisa datang ke Telukbakau,” ungkap Agus.(emr)








