Kijang Lumbung Suara INSANI di Bintan

Avatar photo

BINTAN: Koordinator Relawan Digital Isdianto-Suryani (REDI) Rian Helmi Hidayat mengungkapkan Isdianto-Suryani berpeluang menang besar di Kota Kijang, Kabupaten Bintan karena dianggap memiliki hubungan historis.

“Pak Isdianto pernah bersekolah di Kijang. Setelah selesai sekolah dasar, Isdianto melangkah ke Kijang. Dia sekolah di SMP PGRI Kijang. Tak tamat memang. Hanya sampai kelas 2, tapi abangnya almarhum Ayah Sani pernah bekerja juga di Kantor Camat Kijang sementara almarhum ibunya Tumirah dimakamkan di Kijang,” kata Rian mengutip beberapa referensi.

BACA JUGA:  Cengkeh Natuna Tembus Pasar Surabaya, Karantina Pastikan Kualitas dan Keamanan

Selain itu, ketika masih hidup almarhum Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani menunjukkan perhatian yang sangat mendalam untuk Kota Kijang.

“Almarhum Ayah Sani pernah menandatangani prasasti peresmian monumen dan relief sejarah pertambangan bauksit di Kijang, Bintan. Relief sejarah pertambangan bauksit di Kijang memiliki luas 1.630 meter persegi yang terdiri dari 18 relief dan satu monumen pertambangan Antam, dan ini sekarang menjadi ikon,” kata Rian.

BACA JUGA:  Kolaborasi Lintas Instansi, Aksi Bersih Pantai Sisi Serasan Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI

Ini membuktikan bahwa kota kecil ini begitu berharga dan mendapatkan tempat dihati keluarga Pak Isdianto.

“Hubungan historis ini memberikan efek psikologis yang luar biasa dan tentu modal historis ini saya pikir mampu membawa kemenangan besar bagi INSANI di Kijang,” kata Rian.

Secara politis, tambahnya, Demokrat sebagai partai pengusung Isdianto-Suryani juga memiliki suara yang relatif besar di Kijang.

BACA JUGA:  Tinjau Aset di Subi, Danlanud RSA Pastikan Tidak Ada Penambahan Penggunaan Lahan

“Dengan modal kemenangan Demokrat di Kijang jika semua politisi dan kadernya bergerak tentu ini akan memberikan efek elektoral tersendiri bagi INSANI,” tutupnya.(***)