Kunjungan Banggar DPR RI ke BI Kepri: Apresiasi Peran BI Jaga Stabilitas Ekonomi dan Dorong UMKM di Kepri

Avatar photo
Tim Badan Anggaran DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke BP Batam yang disambut langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam dan jajaran Deputi BP Batam, Jum'at (3/7/2026).

AriraNews.com, Batam – Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dan Kota Batam yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Dalam kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepulauan Riau, penguatan kolaborasi untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, serta memberdayakan UMKM menjadi fokus pembahasan.

Pimpinan Delegasi Kunjungan Kerja Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, mengatakan Bank Indonesia telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, memperkuat sistem pembayaran, mendorong digitalisasi ekonomi dan pengembangan UMKM, serta menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.

Menurut Syarief, ekonomi Kepulauan Riau dan Kota Batam pada 2025 mampu tumbuh masing-masing sebesar 6,94 persen dan 6,76 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya investasi, ekspor, sektor industri pengolahan, serta konsumsi rumah tangga.

BACA JUGA:  Hotel Beverly Batam Gelar Sunat Massal Gratis 2026, Daftarkan Anak Anda di Sini!

Kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Kantor Perwakilan BI Kepulauan Riau diikuti oleh 18 anggota Banggar. Dari Bank Indonesia hadir Direktur Departemen Regional BI, Budi Widihartanto, Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau, Rony Widijarto, beserta jajaran.

Syarief yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Banggar DPR RI berharap sinergi antara pemerintah daerah, BP Batam, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Ia menilai kolaborasi tersebut penting untuk mendukung kebijakan fiskal dan moneter yang mampu meningkatkan daya saing Batam, menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi, mendorong investasi, serta meningkatkan penerimaan negara.

“Bank Indonesia Kepri diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempercepat pembangunan di Kepulauan Riau dan Batam,” ujarnya.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan: Hampir 99 Persen Penduduk Indonesia Kini Terlindungi JKN

Sementara itu, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, Budi Widihartanto, menjelaskan BI terus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam melalui pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar, serta pengembangan digitalisasi sistem pembayaran, termasuk melalui implementasi QRIS.

Selain itu, BI juga memfasilitasi investasi melalui kemudahan akses perbankan serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Khusus untuk pengendalian inflasi pangan, BI terus memastikan kelancaran pasokan bahan pangan dan komoditas strategis agar tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Menurutnya, stabilitas inflasi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya arus investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menegaskan komitmen BI dalam memperkuat sektor UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan merata.

BACA JUGA:  Banggar DPR RI Apresiasi Kinerja DJP dan DJBC Kepri, Pendapatan Negara di Kepri Tumbuh 38,76 Persen

“Kita perlu sumber pertumbuhan yang lebih inklusif dan merata dari sektor UMKM. Penguatan UMKM diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkeadilan, berbeda dengan pola sebelumnya yang cenderung bertumpu pada dominasi industri pengolahan dan pertambangan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Banggar DPR RI, Jefry Romdonny, mengapresiasi tingginya realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Batam yang menjadi yang terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, Batam mendominasi penyaluran KUR dengan porsi mencapai 58,39 persen dari total realisasi di Kepulauan Riau. Ia berharap Bank Indonesia terus mendorong peningkatan penyaluran KUR guna memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM di daerah.(*/emr)